radarsurabayabisnis.id - Rujak cingur merupakan salah satu kuliner khas Surabaya yang sudah akrab bagi masyarakat. Namun, ada kreasi berbeda yang patut dicoba, yakni rujak cingur yang dipadukan dengan kupang.
Kuliner unik tersebut disajikan di Warung Kulinerun Surabaya, kawasan Pasar Kembang. Rujak cingur kupang menjadi salah satu menu inovasi yang ditawarkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pencinta kuliner.
Kupang yang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Sidoarjo disandingkan dengan rujak cingur lengkap dengan bumbu petis dan kacang mete.
Baca Juga: 250 Stan di PRJ Surabaya 2026 Bidik 270 Ribu Pengunjung, Ini Jadwal dan Jam Bukanya
Ide Spontan Rujak Cingur Dipadukan dengan Kupang
Pengolah Rujak Cingur Kupang, Sofie Nurida, mengatakan ide tersebut muncul secara spontan. Awalnya, ia ingin membuat menu rujak yang berbeda dan belum banyak ditemukan di Surabaya.
“Sebelumnya kepikiran bikin menu yang belum ada di Surabaya. Kan rujak kacang mete selama ini sudah dijual. Lalu kepikiran biar makin bertambah pembeli rujaknya, akhirnya berinovasi dengan penambahan kupang di bagian atasnya,” ujar Sofie, Kamis (10/9).
Menurut Sofie, ide tersebut langsung dieksekusi tanpa melalui proses panjang. Di luar dugaan, menu baru itu mendapat respons positif dari pembeli hingga ramai diperbincangkan dan menjadi viral.
“Ide ini secara spontan saja, sehingga muncul ide rujak kupang ini. Kebetulan saya juga suka kupang. Ide ini langsung dieksekusi dan viral sampai sekarang. Alhamdulillah, banyak yang suka dan beli,” katanya.
Baca Juga: Hanya Ada di Surabaya, 1.214 Mahasiswa Dapat Rp2,5 Juta per Semester Plus Uang Saku
Bumbu Petis dan Kacang Mete Jadi Ciri Khas
Meski mendapat tambahan kupang, bumbu rujak tetap mempertahankan cita rasa khas rujak cingur. Bahan utamanya menggunakan petis super udang dan kacang mete.
Kacang mete dipilih sebagai salah satu ciri khas karena memberikan rasa gurih. Penggunaan kacang mete juga dinilai masih cukup jarang ditemukan dalam sajian rujak di Surabaya.
“Untuk bumbunya dasarnya tetap pakai petis super udang dan tetap menggunakan kacang mete. Rujaknya dimasak sendiri, kemudian kupangnya juga sendiri. Nanti kupang dicampur setelah rujak disiram bumbu,” jelas Sofie.
Pengolahan kupang dilakukan secara terpisah. Kupang terlebih dahulu direbus seperti proses pengolahan pada umumnya. Setelah itu, kupang diberi seasoning dan tambahan daun-daunan untuk memberikan aroma yang lebih sedap.
Kupang kemudian disaring dan dioseng bersama bumbu sebelum disajikan sebagai pelengkap rujak cingur.
Sementara itu, bumbu rujak dibuat dari kacang mete, pisang muda, dan petis yang diulek hingga tercampur. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa gurih, manis, pedas, sekaligus kuat dari petis.
Isian Lengkap, Harga Mulai Rp30 Ribu
Dari sisi isian, rujak cingur kupang ini tergolong lengkap. Dalam satu porsi terdapat kangkung, kecambah, lontong, tahu, tempe, serta cingur.
Tidak ketinggalan potongan buah seperti nanas, mangga, bengkuang, dan timun. Porsi yang ditawarkan juga tergolong jumbo sehingga cukup mengenyangkan.
Untuk rujak cingur biasa, harganya dibanderol mulai Rp30 ribu per porsi. Sementara versi dengan tambahan kupang dibanderol Rp40 ribu.
Warung Kulinerun Surabaya berada di kawasan Pasar Kembang. Bagi yang ingin mencoba kreasi rujak cingur kupang tersebut, warung ini buka mulai pukul 09.00 hingga 24.00.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya