RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah tengah merancang skema insentif bagi para pelaku usaha logistik yang bersedia mengonversi armada truknya menjadi kendaraan bermotor listrik.
Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah ganda: menekan emisi karbon sekaligus menertibkan keberadaan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan raya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen dari total emisi karbon nasional.
Baca Juga: Proyek Gas Lepas Pantai North Hub Dimulai, Siap Topang Target Produksi Migas Nasional 2028
Dari angka tersebut, armada truk menyumbang porsi emisi paling besar yaitu mencapai 31 persen, meskipun jumlah populasi truk hanya berkisar 3,8 persen dari total kendaraan di Indonesia.
Selain masalah emisi, AHY menyoroti isu keselamatan lalu lintas akibat maraknya keberadaan truk ODOL yang kerap memicu kecelakaan fatal dan kerusakan infrastruktur jalan.
"ODOL ini sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, belasan ribu kecelakaan di jalan raya terjadi setiap tahun. Dan ini mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan jalan-jalan kita," ujar AHY dalam acara Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Misi Dagang Jawa Timur di Hong Kong Pecahkan Rekor, Transaksi Tembus Rp12 Triliun
Oleh karena itu, pemerintah mendorong para pengusaha logistik untuk beralih ke armada yang sesuai standar keselamatan, salah satunya melalui konversi berbasis listrik.
"Sedang kita upayakan strategi yang benar-benar bisa mengurangi penggunaan kendaraan ODOL, termasuk memberikan insentif kepada mereka untuk melakukan konversi menjadi kendaraan yang lebih sesuai standar, dan lebih bagus lagi kalau mengadopsi kendaraan logistik berbasis listrik," jelasnya.
AHY menambahkan, peta jalan dekarbonisasi transportasi darat ini akan mencakup pengembangan low emission transport, efisiensi operasional, penguatan tata kelola, skema pembiayaan inovatif, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri logistik.
Baca Juga: Bank Jatim Gandeng Bank NTT, Pekerja Migran Kini Lebih Mudah Kirim Uang dari Luar Negeri
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis