RADAR SURABAYA BISNIS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat sinergi untuk mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang.
Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga kelancaran konektivitas nasional yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Kamis (2/6).
Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Sidoarjo Segera Beroperasi, Ini 5 Rute yang Disiapkan
Pertemuan ini secara khusus membahas penyusunan masterplan, peningkatan infrastruktur, dan penguatan tata kelola kawasan pelabuhan secara terpadu.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak sekadar berfokus pada perbaikan fasilitas dermaga.
"Seluruh ekosistem transportasi perlu dirancang secara terintegrasi. Mulai dari kapasitas dermaga, pola operasional kapal, penyediaan area penyangga (buffer area) kendaraan, hingga rekayasa lalu lintas di luar pelabuhan," jelas Heru.
Baca Juga: Ini Sebab Pencairan JHT Bisa Kena Pajak hingga 25 Persen, Banyak Pekerja Shock
Evaluasi dari periode Angkutan Lebaran dan libur sekolah menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur adalah kebutuhan mendesak. Hal ini krusial agar layanan penyeberangan mampu mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan logistik di masa mendatang.
Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan Pelabuhan Ketapang.
Lebih lanjut, Pemprov Jatim akan mendorong agar pengembangan kawasan simpul transportasi ini dapat dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga: Pertamina Siap Salurkan B50, Klaim Seluruh Infrastruktur Siap Tinggal Tunggu Lampu Hijau
Khofifah menilai, peningkatan kapasitas harus dilakukan secara komprehensif.
"Ini termasuk pengembangan kawasan penyangga di kedua sisi lintasan, standardisasi armada kapal, serta pembangunan akses menuju kawasan Bulusan," ungkapnya.
Sebagai langkah nyata, ASDP telah menyiapkan peta jalan pengembangan Pelabuhan Ketapang yang akan berjalan bertahap hingga tahun 2029.
Baca Juga: Kurang Bayar Pajak ASN Tembus Rp9,16 Triliun, DJP Ungkap Penyebabnya
Rencana panjang ini mencakup optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area logistik, pembangunan akses penghubung, hingga penambahan dermaga baru.
Pada tahun ini, peningkatan kapasitas di sejumlah dermaga lintasan Ketapang-Gilimanuk juga sudah mulai direalisasikan demi mengakomodasi tingginya trafik harian.
Keberhasilan transformasi ini tentu membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait demi mewujudkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Jatim Kini Kelola Gaji 368 Ribu ASN Senilai Rp1,5 Triliun per Bulan
Editor : Hany Akasah