Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lulusan SMA dan SMK Diusulkan Ikut Magang Nasional, Menaker Buka Suara

H
Penulis: Hany Akasah❯
PKB : Menaker Yassierli saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama ke-XXIV periode 2026–2028 antara manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan tiga serikat pekerja.
MAGANG: Menaker Yassierli merespons usulan perluasan Program Magang Nasional bagi lulusan SMA dan SMK.

Advertisement

RADAR SURABAYA BISNIS – Program Magang Nasional yang saat ini berjalan bagi lulusan sarjana dan diploma diusulkan untuk diperluas jangkauannya. 

Ke depan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat ikut serta merasakan pengalaman di dunia industri melalui program ini.

Usulan tersebut mencuat dalam Rapat Kerja antara Komisi IX DPR RI dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, menekankan pentingnya pemerataan akses dunia kerja bagi lulusan tingkat menengah. Ia menyoroti bahwa masih banyak lulusan SMA dan SMK, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses industri, yang membutuhkan wadah untuk mengasah keterampilan praktis mereka.

"Bagaimana Kemnaker ini memastikan bahwa program Magang Nasional dapat dirasakan oleh seluruh lulusan SMK dan SLTA sederajat di Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses ke dunia industri," ujar Surya.

Advertisement

Sebagai informasi, saat ini Program Magang Nasional baru mengakomodasi lulusan jenjang pendidikan tinggi dengan fasilitas uang saku yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Menanggapi usulan tersebut, Menaker Yassierli menyambut baik dan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap peraturan yang berlaku. 

Mengingat saat ini Kemnaker tengah fokus mempersiapkan Magang Nasional angkatan kedua, perluasan untuk lulusan SMA dan SMK berpotensi direalisasikan pada gelombang berikutnya.

"Mungkin angkatan ketiga nanti, kita akan lihat apakah ini juga bisa kita perluas untuk mereka yang lulusan SMA dan SMK, untuk magang," jelas Yassierli.

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa terdapat perbedaan karakteristik dan kebutuhan penanganan antara peserta magang lulusan pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi. 

Advertisement

Artikel Terkait

Mendikdasmen Ungkap Sasaran Program MBG Akan Dibatasi, Pelibatan Kantin Sekolah Masih Tahap Pengkajian

Mendikdasmen Ungkap Sasaran Program MBG Akan Dibatasi, Pelibatan Kantin Sekolah Masih Tahap Pengkajian

Mendikdasmen Abdul Mu'ti tegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak untuk semua siswa, tapi fokus pada yang membutuhkan. Pelibatan kantin sekolah juga masih dikaji mendalam.

Harga Telur Terus Anjlok, Emil Dardak Sebut Biang Keroknya Bukan Pedagang

Harga Telur Terus Anjlok, Emil Dardak Sebut Biang Keroknya Bukan Pedagang

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkap penyebab harga telur ayam anjlok. Menurutnya, masalah bukan hanya ulah middleman, tetapi dipicu kelebihan pasokan (oversupply) dan ketidaksesuaian harga pasar.

Penumpang Kereta Komuter Surabaya Tembus Setengah Juta, Jadi Favorit Saat Libur Sekolah

Penumpang Kereta Komuter Surabaya Tembus Setengah Juta, Jadi Favorit Saat Libur Sekolah

Libur sekolah mendorong lonjakan penumpang kereta komuter di Surabaya. Hingga akhir Juni 2026, KAI Commuter mencatat 529.077 penumpang atau mendekati target 588 ribu pengguna selama musim liburan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer