radarsurabayabisnis.id - Pergerakan saham emiten pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunjukkan performa yang beragam. Hingga perdagangan Kamis (9/7) pukul 10.00 WIB, sejumlah saham IPO mencatatkan penguatan signifikan, bahkan ada yang menyentuh batas atas kenaikan harian atau auto reject atas (ARA). Di sisi lain, beberapa saham justru terkoreksi meski masih berada di atas harga penawaran umum perdana (IPO).
Berdasarkan data RTI Infokom, saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) yang resmi melantai di BEI pada hari ini langsung menyentuh ARA dengan kenaikan 35 persen ke level Rp162 per saham dari harga IPO Rp120 per saham.
Baca Juga: IHSG Ditutup Anjlok 3,56 Persen, Berikut Deretan Saham yang Diam-diam Masih Diburu Asing
Sementara itu, saham PT Niramas Utama Tbk. (JELI) juga mencatatkan penguatan maksimal dengan naik 24,91 persen ke level Rp1.755 per saham. Sejak melantai di bursa dengan harga IPO Rp900 per saham, saham produsen makanan berbahan dasar jeli tersebut telah melonjak sekitar 95 persen.
PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) turut bergerak positif dengan kenaikan 10,91 persen ke level Rp610 per saham. Dibandingkan harga IPO Rp442 per saham, saham ini telah memberikan keuntungan sekitar 38 persen kepada investor.
Sejumlah Saham IPO Masih Bertahan di Zona Hijau
Meski mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, beberapa saham IPO masih mencatatkan keuntungan dibandingkan harga penawaran perdananya.
Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) turun 2,4 persen ke level Rp610 per saham. Namun, dibandingkan harga IPO Rp168 per saham, saham tersebut masih menguat sekitar 263,09 persen.
Baca Juga: Pasar Saham Indonesia Dapat Catatan Merah dari Lembaga Global, OJK Akui Ada Masalah Transparansi
Begitu pula dengan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX). Emiten pengelola rumah sakit mata itu turun 14,87 persen menjadi Rp1.660 per saham, tetapi masih mencatatkan kenaikan sekitar 32,8 persen dibandingkan harga IPO Rp1.250 per saham.
Sementara itu, saham PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) melemah 11,27 persen ke level Rp488 per saham. Kendati demikian, harga tersebut masih berada sekitar 3,82 persen di atas harga IPO sebesar Rp470 per saham.
Investor Masih Berburu Saham IPO
Pergerakan saham-saham IPO yang masih mampu bertahan di atas harga penawaran perdana menunjukkan minat investor terhadap emiten baru di Bursa Efek Indonesia masih cukup tinggi.
Meski kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah, sejumlah saham IPO tetap mampu mencatatkan penguatan signifikan. Kondisi ini menunjukkan sentimen positif terhadap emiten yang baru melantai di bursa masih menjadi salah satu daya tarik bagi pelaku pasar.
Editor : Hany Akasah