Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

IHSG Anjlok 34 Persen, Jumlah Investor Justru Naik Jadi 28,96 Juta, Ini Instrumen Favorit

Hany Akasah • Rabu, 8 Juli 2026 | 15:25 WIB
Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 28,96 juta, atau bertambah 1,21 juta investor hanya dalam satu bulan.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 28,96 juta, atau bertambah 1,21 juta investor hanya dalam satu bulan.

radarsurabayabisnis.id - Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam sepanjang 2026. Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 28,96 juta, atau bertambah 1,21 juta investor hanya dalam satu bulan.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu yang terbesar sepanjang tahun ini dan menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang pasar modal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Rayu Investor Korsel Bangun Ekosistem Baterai di RI

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengatakan pertumbuhan investor tetap berlanjut meski kondisi pasar saham masih bergejolak.

"Jumlah investor di pasar modal melanjutkan tren peningkatan secara signifikan. Tercatat penambahan sebanyak 1,21 juta investor pada Juni 2026 sehingga total jumlah investor mencapai 28,96 juta atau tumbuh 42,22 persen secara year to date," ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK.

Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD), jumlah investor pasar modal meningkat 42,22 persen, mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi.

IHSG Masih Tertekan, OJK Beberkan Penyebabnya

Di tengah lonjakan jumlah investor, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan yang cukup besar.

Pada penutupan perdagangan akhir Juni 2026, IHSG berada di level 5.643,19, melemah 7,9 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi hingga 34,74 persen.

Baca Juga: Bidik Investasi Rp557 Triliun, Investor Berebut Masuk, Tiga KEK Ini Ajukan Perluasan Lahan

Menurut Hasan, pelemahan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, persepsi investor terhadap kondisi dan kebijakan ekonomi nasional, hingga aksi penyesuaian portofolio (rebalancing) oleh para pelaku pasar.

Tekanan di pasar saham juga tercermin dari aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp19,63 triliun sepanjang Juni 2026.

Meski demikian, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia masih relatif tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp22,23 triliun, menandakan likuiditas pasar tetap terjaga.

Investor Asing Beralih ke SBN, Reksa Dana Ikut Tertekan

Berbeda dengan pasar saham, instrumen pendapatan tetap justru masih menarik minat investor asing.

Sepanjang Juni 2026, investor asing mencatatkan pembelian bersih Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp22,43 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah masih menjadi pilihan investasi yang dinilai lebih aman di tengah tingginya volatilitas pasar saham.

Sementara itu, industri reksa dana juga mengalami tekanan. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp652,9 triliun, turun 4,79 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara kumulatif sejak awal tahun, NAB reksa dana juga terkoreksi 3,32 persen.

Meski sejumlah instrumen investasi menghadapi tantangan, OJK menilai pertumbuhan jumlah investor menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga. Regulator berharap tren tersebut dapat terus berlanjut seiring membaiknya stabilitas ekonomi dan meningkatnya optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.

Editor : Hany Akasah
#ihsg #ojk #investasi #investor #pasar saham