Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jadi BUMD Paling Solid, DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Langkah Bank Jatim Menuju Nomor 1 di Indonesia

Hany Akasah • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:48 WIB

 

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo (kiri) bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama (kanan)
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo (kiri) bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama (kanan)

 

RADAR SURABAYA BISNIS – Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dinilai sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling solid di Indonesia saat ini. Kinerja impresif dan transformasi manajemen yang dilakukan Bank Jatim mendapat apresiasi langsung dari Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama.

Apresiasi tersebut didasarkan atas keberhasilan Bank Jatim dalam mencatatkan laba tertinggi di industri BPD, sekaligus komitmennya menjadi motor penggerak intersep ekonomi daerah.

Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, menilai capaian Bank Jatim bukan hanya soal kinerja finansial, tetapi juga konsistensi dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif. Menurutnya, soliditas yang ditunjukkan Bank Jatim mencerminkan tata kelola yang matang, kepemimpinan yang visioner, serta keberpihakan nyata kepada sektor produktif.

“Bank Jatim hari ini menunjukkan bahwa BUMD bisa naik kelas, tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Ini yang saya sebut sebagai BUMD paling solid, karena mampu menjaga keseimbangan antara profit, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Ning Lia.

Keponakan Gubernur Jatim Khofifah itu juga mengapresiasi langkah transformasi digital dan penguatan KUB yang dinilai sebagai strategi progresif untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat daya saing nasional.

Baca Juga: Prabowo dan PM Modi Sepakati 16 Kerja Sama, Bawa Angin Segar untuk Ekonomi dan Pertahanan RI

“Dengan roadmap yang jelas dan kolaborasi antar-BPD melalui KUB, saya optimistis Bank Jatim tidak hanya menjadi yang terbaik di daerah, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi nomor satu di tingkat nasional,” tegas Senator Jatim tersebut.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan dalam rapat kerja tahunan, manajemen Bank Jatim menegaskan ultimate objective (tujuan utama) perseroan tidak hanya sekadar mengejar keuntungan semata, melainkan mendorong inklusi, literasi keuangan, dan membuka akses pembiayaan selebar-lebarnya demi menyejahterakan masyarakat.

Guna memberikan jangkauan layanan yang lebih luas, Bank Jatim mengandalkan jaringan distribusi 244 kantor cabang, termasuk kantor cabang yang berada di Jakarta. Tak puas di situ, kapasitas teknologi mobile banking terus ditingkatkan agar nasabah dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Melalui kemudahan akses ini, Bank Jatim berkomitmen menggenjot penyaluran kredit. Manajemen mengakui porsi kredit saat ini masih didominasi sektor konsumtif sebesar 55 persen. Namun, upaya agresif menggeser porsi ke arah kredit produktif terus berjalan secara masif demi menopang geliat sektor UMKM.

Baca Juga: Lulusan SMA dan SMK Diusulkan Ikut Magang Nasional, Menaker Buka Suara

Untuk mempertahankan status sebagai BPD sehat dan terbaik, Bank Jatim fokus memperkuat tiga pilar utama yakni modal dengan memperkuat struktur permodalan yang sehat. Lalu, teknologi dengan melakukan transformasi digitalisasi perbankan yang masif. Lalu, peningkatan Sumber Daya Manusia dengan  Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas karyawan yang tangguh di era digital.

Bank Jatim tidak lagi bekerja secara instan berdasarkan apa yang ada di depan mata. Manajemen menegaskan telah merancang peta jalan (roadmap) bisnis jangka panjang untuk tahun 2027 hingga 2028, yang diharapkan mampu menjadi benchmark atau percontohan bagi jajaran BUMN.

Rencana besar tersebut dirangkum ke dalam lima pilar utama, meliputi penguatan tata kelola (corporate governance), optimalisasi ekosistem bisnis, transformasi teknologi informasi, penguatan human capital, serta optimalisasi Kelompok Usaha Bank (KUB).

Langkah KUB ini krusial seiring kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun bagi BPD.

"Kami membuka peluang sinergi KUB dengan lima BPD lainnya di Indonesia, seperti BPD NTT dan NTB. Sinergi ini akan membuat pondasi perbankan daerah makin kuat. Jika ada pengusaha di daerah mereka yang butuh fasilitas pembiayaan besar, Bank Jatim siap meng-cover," kata Winardi dalam rencana besarnya menuju posisi nomor 1 di Indonesia.

Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Sasaran Program MBG Akan Dibatasi, Pelibatan Kantin Sekolah Masih Tahap Pengkajian

Sebelumnya, ketahanan solid industri BPD dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global turut diamini oleh Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK, Defri Andri.

Defri menyebut, kekuatan itu tercermin nyata dari tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) industri BPD yang kokoh di level 26,19 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata CAR industri perbankan nasional sebesar 25,09 persen.

OJK menilai, skema KUB yang diadopsi Bank Jatim menjadi solusi jitu untuk menjaga stabilitas sistem perbankan daerah. BPD yang sudah mapan dan memiliki bisnis solid, kini bisa menyokong serta memperkuat modal BPD lain yang masih berada dalam tahap berkembang.

"Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan ritel semata. Namun, harus mampu mendorong akselerasi dan sinergi ekonomi riil antar-daerah," pungkas Defri Andri.

Winardi menegaskan, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan, meningkatkan kapabilitas teknologi informasi, serta mengembangkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin optimal.

"Kami meyakini pelayanan prima yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus menjadi bank pembangunan daerah yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur," tegasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #bank jatim #daerah #Lia Istifhama #sektor produktif