radarsurabayabisnis.id - PT Pertamina (Persero) memastikan seluruh infrastruktur telah siap untuk mendukung penyaluran biodiesel B50 di seluruh jaringan distribusinya. Saat ini, implementasi bahan bakar dengan campuran biodiesel 50 persen tersebut tinggal menunggu keputusan pemerintah terkait waktu peluncuran secara resmi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan seluruh fasilitas pendukung telah dipersiapkan sehingga Pertamina siap menyalurkan B50 begitu kebijakan pemerintah mulai diberlakukan.
"Untuk B50, kami dari Pertamina secara infrastruktur siap menyalurkannya," ujar Baron di Grha Pertamina.
Baca Juga: Pakar ITS Ungkap Risiko Biodiesel B50, Efek Filter Tersumbat hingga Korosi Mesin
Menurutnya, proses implementasi B50 masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah. Pertamina juga diberikan masa transisi selama tiga bulan untuk melakukan penyesuaian dari program biodiesel B40 menuju B50.
"Pelaksanaannya masih dikoordinasikan dengan pemerintah. Dalam proses penyaluran, kami diberikan waktu tiga bulan pada masa transisi untuk melakukan perubahan dari B40 ke B50," katanya.
Seluruh SPBU Pertamina Siap Salurkan B50
Baron menjelaskan, seluruh SPBU Pertamina pada prinsipnya telah siap mendistribusikan B50 kepada masyarakat. Namun, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan tingkat kesiapan paling tinggi karena didukung jaringan distribusi dan infrastruktur yang lebih lengkap.
"Semua SPBU pada dasarnya siap menyalurkan B50. Namun, wilayah Pulau Jawa merupakan daerah yang paling siap. Untuk jadwal peluncuran dan pelaksanaannya, pemerintah yang akan menyampaikannya," ujarnya.
Baca Juga: Wajib Biodiesel B50 Resmi Berlaku Hari Ini, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM
Meski demikian, Pertamina belum dapat memastikan besaran volume penyaluran B50 karena masih menunggu keputusan resmi pemerintah. Baron menegaskan seluruh tahapan persiapan yang menjadi tanggung jawab perusahaan telah rampung.
"Seluruh persiapan sudah dilaksanakan," katanya.
B50 Dukung Ketahanan Energi Nasional
Pemerintah berencana meningkatkan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan minyak sawit dalam negeri.
Program B50 diharapkan mampu memperkuat industri sawit nasional, meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, serta menekan impor bahan bakar minyak.
Dengan kesiapan infrastruktur yang telah dilakukan Pertamina, implementasi B50 diyakini dapat berjalan lancar setelah pemerintah menetapkan jadwal peluncuran dan mekanisme penerapannya.
Masa Transisi Disiapkan Selama Tiga Bulan
Dalam masa transisi dari B40 ke B50, Pertamina akan melakukan berbagai penyesuaian pada sistem distribusi dan rantai pasok agar proses penyaluran berjalan tanpa mengganggu pasokan BBM kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh terminal BBM, fasilitas penyimpanan, hingga SPBU dapat melayani distribusi B50 secara optimal sejak hari pertama implementasi.
Editor : Hany Akasah