Perluas Akses Pendidikan, Presiden Prabowo Siapkan Skema Sekolah dan Kuliah Gratis

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 18:12 WIB
Presiden Prabowo tegaskan komitmen pendidikan gratis di HUT ke-28 PAN, Jakarta.
Presiden Prabowo tegaskan komitmen pendidikan gratis di HUT ke-28 PAN, Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membawa kabar gembira bagi seluruh masyarakat Tanah Air. 

Secara tegas, Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan dengan menggratiskan biaya pendidikan di seluruh institusi negeri, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Pernyataan krusial ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Penumpang Tembus 1,14 Juta, KAI Daop 8 Surabaya Catat Ketepatan Waktu 99,88 Persen

Untuk merealisasikan rencana besar tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera bergerak cepat dengan menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran menteri terkait.

"Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Langkah Presiden ini sejalan dengan pandangan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang turut hadir dalam acara tersebut. 

Baca Juga: Kekeringan Jatim Makin Mengkhawatirkan, 149,95 Hektare Sawah Padi Sudah Puso

Zulhas menilai pendidikan adalah fondasi utama sekaligus kunci dalam mencetak generasi muda sebagai pemimpin masa depan yang unggul, inovatif, kreatif, dan mandiri.

Lebih lanjut, Zulhas menekankan bahwa akses pendidikan yang berkualitas adalah hak setiap warga negara dan tidak boleh ada lagi diskriminasi, baik dari segi ekonomi maupun geografis.

"Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa," ujar Zulhas.

Baca Juga: OJK Bidik Kepercayaan Investor Lewat Ekosistem Bursa Mineral Strategis yang Lebih Sehat

Untuk mendukung terwujudnya generasi berdaya saing global, Zulhas juga menegaskan dukungan partainya terhadap program "Sekolah Rakyat" dan "Sekolah Garuda Transformasi". 

Program ini diharapkan mampu mendorong anak muda Indonesia untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama perubahan dunia yang berintegritas dan mencintai Tanah Air.

Baca Juga: Rampung 100 Persen, Jargas Menganti Jadi Angin Segar bagi Ekonomi Gresik

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
sekolah negeri pendidikan gratis kuliah gratis Presiden Prabowo