Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Exit Tol Margomulyo, Gandeng Berbagai Pihak Atasi Banjir

Hany Akasah • Senin, 6 Juli 2026 | 11:35 WIB
SIAP DIBANGUN: Pemerintah Kota Surabaya bangun proyek mini bozem di Exit Tol Margomulyo untuk atasi banjir di Surabaya.
SIAP DIBANGUN: Pemerintah Kota Surabaya bangun proyek mini bozem di Exit Tol Margomulyo untuk atasi banjir di Surabaya.(IST)

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mencari solusi permanen untuk mengatasi genangan air yang kerap melanda kawasan Margomulyo. 

Salah satu langkah strategis yang saat ini tengah dikebut adalah pembangunan mini bozem (waduk resapan kecil) di area pintu keluar (exit) Tol Margomulyo-Tandes.

Proyek penanganan drainase ini tidak dilakukan sendirian oleh Pemkot Surabaya, melainkan melalui skema kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengelola jalan tol, PT Margabumi. Sinergi ini dinilai penting karena kompleksitas wilayah yang berada di bawah wewenang lintas instansi.

Baca Juga: Dinamika Valas Domestik: Dibayangi Sentimen Global, Rupiah Menguji Level Psikologis Rp17.988

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menegaskan bahwa penanganan dari hulu ke hilir harus terintegrasi. 

"Karena pada waktu itu kami menangani skalanya sifat saluran tersier, tapi di hilirnya sebagai muara outlet tidak bisa ditangani, sama saja," kata Adi, Jumat (3/7/2026).

Pemilihan lokasi mini bozem di exit Tol Margomulyo-Tandes didasari oleh topografi wilayah tersebut yang memiliki elevasi rendah, sehingga kerap menjadi titik genangan saat hujan lebat. 

Baca Juga: Dukung Kemandirian Desa, Mendes Yandri Siapkan Dana Rp2,5 Miliar Khusus Desa Kriteria Ini

Saat ini, proses pemanfaatan lahan milik PT Margabumi untuk proyek tersebut masih berjalan. Waduk mini ini akan difungsikan sebagai tampungan sementara agar air tidak langsung meluber ke badan jalan raya.

Selain membangun mini bozem, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan alokasi intervensi sistem hidrologi di tahun 2026. Fokus utamanya meliputi pembangunan konektivitas saluran di sisi kanan dan kiri jalan, serta peningkatkan kapasitas rumah pompa.

Sistem drainase Margomulyo nantinya akan diarahkan sepenuhnya ke Saluran Margomulyo Tengah. Dari titik tersebut, debit air akan ditarik menuju Rumah Pompa Balong II sebelum dibuang ke laut. 

Baca Juga: Kunjungan Turis Lokal Tembus 523 Juta, Tiga Provinsi di Jawa Jadi Primadona

Sebagai penunjang, Pemkot tengah membuat saluran baru dan rumah pompa berskala kecil untuk mengarahkan laju air ke Rumah Pompa Balong II.

Adi juga mengimbau partisipasi aktif dari para pengelola kawasan industri dan pergudangan di sekitar Margomulyo. 

"Memang kita harus mengajak teman-teman dari kawasan industri pergudangan itu untuk menangani genangan yang ada di kawasan sekitar mereka, yang menjadi kewenangan mereka," pungkasnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Kebut Pembangunan 5.600 Koperasi Merah Putih, 530 Unit Mulai Layani Warga

Editor : Hany Akasah
#mini bozem #Margomulyo #banjir #surabaya #pemkot surabaya