Beras Makin Mahal, Naik di Semua Rantai Perdagangan, Ini Data Terbaru BPS

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 18:57 WIB
Secara keseluruhan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan naik 0,26 persen dibandingkan September 2026.
Secara keseluruhan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan naik 0,26 persen dibandingkan September 2026.

radarsurabayabisnis.id – Harga beras di Indonesia mengalami kenaikan di seluruh rantai perdagangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras eceran mencapai Rp15.765 per kilogram (kg) pada Oktober 2026. Kenaikan juga terjadi di tingkat grosir dan penggilingan.

Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras di tingkat grosir tercatat Rp14.994 per kg. Sementara itu, harga di tingkat penggilingan mencapai Rp14.365 per kg.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, angka tersebut merupakan rata-rata harga beras berbagai kualitas yang dihitung dari seluruh wilayah Indonesia. Khusus harga eceran, penghitungan menggunakan cakupan 150 kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) sejak Januari 2024.

Baca Juga: 600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos Gerogoti Subsidi Negara Rp 3,3 Miliar

"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," kata Ateng dalam konferensi pers rilis BPS di Jakarta, Senin (2/11).

Harga Beras Premium Naik 11,32 Persen

Kenaikan harga secara tahunan paling tinggi tercatat pada beras premium di tingkat penggilingan. BPS mencatat komoditas tersebut mengalami kenaikan 11,32 persen dibandingkan Oktober 2025. Namun, secara bulanan kenaikannya hanya 0,01 persen.

Sementara itu, harga beras medium di tingkat penggilingan meningkat 0,35 persen secara bulanan dan 5,57 persen secara tahunan.

Baca Juga: Bikin Mentan Amran Murka, Begini Penampakan Gudang Beras Oplosan Berkapasitas Ratusan Ton di Jaktim

Secara keseluruhan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan naik 0,26 persen dibandingkan September 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikannya mencapai 6,89 persen.

"Rata-rata harga beras di penggilingan pada Oktober 2026 secara total naik 0,26 persen secara bulanan dan meningkat 6,89 persen secara tahunan," ujar Ateng.

Harga Beras Grosir dan Eceran Ikut Terkerek

Kenaikan harga tidak hanya terjadi di tingkat penggilingan. Pada jalur perdagangan grosir, BPS mencatat kenaikan sebesar 0,01 persen secara bulanan dan 5,13 persen secara tahunan.

Adapun harga beras di tingkat eceran meningkat 0,08 persen dibandingkan September 2026. Secara tahunan, kenaikannya mencapai 4,10 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga beras terjadi di berbagai mata rantai perdagangan, mulai dari penggilingan hingga penjualan kepada konsumen. Perkembangan ini menjadi perhatian karena beras merupakan salah satu komoditas utama kebutuhan pangan masyarakat.

Inflasi Oktober 2026 Capai 0,22 Persen

Di tengah kenaikan harga beras, BPS juga mencatat inflasi nasional pada Oktober 2026 sebesar 0,22 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Kenaikan inflasi tercermin dari perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 112,31 pada September menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 3,23 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) mencapai 2,40 persen.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
bps harga pangan beras premium harga beras beras medium