600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos Gerogoti Subsidi Negara Rp 3,3 Miliar

radarsurabayabisnis.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berpotensi menimbulkan kerugian subsidi negara hingga Rp 3,3 miliar. Nilai tersebut merupakan bantuan pemerintah yang seharusnya dinikmati masyarakat melalui pembelian beras dengan harga terjangkau.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan, beras SPHP diduga dibongkar dari kemasan, kemudian diolah dan dikemas ulang untuk dijual sebagai beras premium.
"Beras produksi kita bagus, bukan diimpor. Ini diolah kemudian diproses ulang. Dikemas ulang," kata Amran di Jakarta, Minggu (1/11).
Baca Juga: Bikin Mentan Amran Murka, Begini Penampakan Gudang Beras Oplosan Berkapasitas Ratusan Ton di Jaktim
Berdasarkan perhitungan Bapanas, nilai subsidi pemerintah mencapai Rp 5.510 per kilogram. Jika dikalikan dengan 600 ton beras yang diduga dioplos, nilai subsidi yang berpotensi tidak sampai kepada masyarakat mencapai sekitar Rp 3,3 miliar.
Amran menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga mengkhianati tujuan pemerintah dalam memberikan subsidi pangan.
"Ini memang kejam. Bayangkan, (beras SPHP) ini kemasan khusus untuk rakyat dan ini disubsidi pemerintah. Ini mengkhianati petani 115 juta orang dan merugikan konsumen," tegas Amran yang juga menjabat Menteri Pertanian.
Subsidi Pertanian Capai Rp 160 Triliun
Menurut Amran, subsidi sektor pertanian pada 2026 mencapai Rp 160 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai Rp 144 triliun.
Dukungan pemerintah antara lain diberikan melalui subsidi pupuk, traktor, alat dan mesin pertanian, serta berbagai kebutuhan lain untuk mendukung produksi pangan.
Selain itu, pemerintah memberikan subsidi melalui program SPHP agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).



