Fakta-fakta Kenaikan Influenza A, Perlu Tahu Biar Tak Salah Paham

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 18:32 WIB
ILUSTRASI: Kemenkes mencatat kenaikan kasus Influenza A jelang akhir tahun sebagai siklus musiman wajar.
ILUSTRASI: Kemenkes mencatat kenaikan kasus Influenza A jelang akhir tahun sebagai siklus musiman wajar.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut peningkatan kasus virus pernapasan menjelang akhir tahun, termasuk influenza tipe A yang belakangan ramai diperbincangkan, merupakan siklus musiman yang wajar terjadi.

Berdasarkan laporan Kemenkes periode Agustus 2026, jenis influenza yang mendominasi adalah tipe A (H1N1Pdm09), tipe A (H3N2), dan influenza B (Victoria).

"Pada M-34 aktivitas influenza pada level rendah dengan positivity rate 28 persen di bawah musim 2025. Subtipe predominan adalah influenza A (H1N1Pdm09)," tulis laporan tersebut.

Baca Juga: Mendagri Pastikan 172 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan Meski Gagal Tes

Dokter spesialis paru senior, Prof Dr dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), menegaskan dominasi influenza tipe A sebenarnya bukan hal aneh, karena memang jenis inilah yang paling sering ditemukan sejak dulu.

"Jadi kalau informasi influenza A ditemui ya itu memang dari dulu influenza A paling sering ditemui. Justru kalau (influenza tipe) B, C, yang naik nah itu baru aneh. Kalau A yang dominan, memang dari dulu selalu dominan," kata Tjandra, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan subtipe H1N1Pdm09 sendiri merupakan varian yang sempat memicu pandemi pada 2009, dikenal juga sebagai flu babi (swine flu), namun kini sudah menjadi bagian dari sirkulasi virus flu musiman biasa.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Bentuk Badan Usaha Khusus Migas, Langsung di Bawah Presiden

Menurutnya, kondisi yang perlu diwaspadai justru jika ditemukan subtipe baru yang belum pernah terdeteksi sebelumnya, seperti H5N1 atau H7N9.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menambahkan hasil surveilans menunjukkan kelompok anak usia dini menjadi yang paling rentan terdampak kenaikan kasus kali ini.

"Kasus influenza yang terdeteksi tersebut mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun, dengan proporsi mencapai 33 persen," ujar Aji.

Baca Juga: Sukses dengan B50, Pemerintah Gaspol Program E50 Demi Tekan Impor BBM

Ia memastikan meski terjadi kenaikan kunjungan pasien di sejumlah rumah sakit daerah, kondisi fasilitas kesehatan nasional tetap aman dan tidak mengalami kelebihan kapasitas.

Tjandra menyebut musim kemarau atau pancaroba menjadi salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan kasus influenza. Ia menganjurkan vaksinasi influenza sebagai salah satu langkah perlindungan diri, khususnya terhadap subtipe H1N1Pdm09 dan H3N2.

"Ini keadaan flu musiman yang berkembang dari waktu ke waktu. Jadi kita tidak perlu khawatir berlebihan dengan informasi adanya Pdm09 (H1N1)," katanya.

Baca Juga: Perluas Akses Pendidikan, Presiden Prabowo Siapkan Skema Sekolah dan Kuliah Gratis

"Karena ini sama kayak kejadian biasa, maka pencegahannya sama kayak pencegahan flu yang pada umumnya. Jadi kalau sakit dia pakai masker, jangan keluar rumah," tutup Tjandra.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
influenza Musiman pencegahan kemenkes kesehatan