RADAR SURABAYA BISNIS – Proyek pembangunan Jaringan Gas Bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, telah mencapai penyelesaian 100 persen.
Sebanyak 7.363 Sambungan Rumah (SR) di enam desa kini siap dioperasikan untuk melayani kebutuhan warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kesiapan infrastruktur energi ini ditinjau langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Kemendikdasmen Cari 174 Guru untuk Ditempatkan di Luar Negeri, Ada Tunjangan dan Gaji Menarik
Enam desa yang menjadi penerima manfaat sambungan ini meliputi Desa Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat atas realisasi program ini. Menurutnya, usulan Jargas didorong oleh tingginya kebutuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat dan UMKM di wilayah Menganti.
"Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah," ujar bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.
Baca Juga: Sapi Perah dan Loper Susu Hilang dari Jalanan Surabaya, Tergusur Susu Pabrikan
Ia mencontohkan sentra UMKM di Menganti, seperti usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban, yang akan sangat terbantu dalam menekan biaya produksi.
Di tempat yang sama, KSP Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pembangunan Jargas merupakan salah satu program prioritas nasional. Tujuannya jelas: mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan negara terhadap impor gas LPG.
Secara nasional, target pembangunan Jargas periode 2025-2026 mencapai 119.379 SR di 15 kabupaten/kota. Kabupaten Gresik sendiri mendapatkan alokasi 7.363 SR pada tahap ini.
Baca Juga: Anggaran Tembus Rp8,5 Triliun, Ini Fokus Sasaran Program Bedah Rumah Tahun 2026
"Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari," tegas Dudung.
Ia juga mendorong percepatan operasional dengan memastikan kelengkapan perizinan niaga gas dan penetapan tarif yang terjangkau bagi warga.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, turut mengapresiasi sinergi Pemkab Gresik yang mempermudah perizinan dan sosialisasi program.
Baca Juga: Tembus Rp2.055 Triliun, Penerimaan Negara Agustus 2026 Meroket, Ini Kata Menkeu
Agung menyebut Gresik memiliki potensi besar untuk terus memperluas jaringan gas karena posisinya sebagai daerah penghasil gas.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Gresik pada Januari 2026 lalu telah mengusulkan tambahan kuota Jargas untuk Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Kehadiran Jargas ini disambut antusias oleh warga. Salah satu warga Desa Domas berharap tarif gas bisa terus stabil di masa mendatang.
Baca Juga: Investasi Rp88,1 Triliun dari China Bidik Industri hingga Lapangan Kerja Baru
"Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya," ungkapnya.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis