radarsurabayabisnis.id - Erupsi gunung di kawasan sentra pertanian mulai berdampak ke meja belanja warga Surabaya. Gangguan distribusi sayuran membuat sejumlah komoditas di Pasar Tradisional Dukuh Kupang mengalami lonjakan harga. Di sisi lain, pedagang harus menghadapi penurunan omzet karena pembeli mulai mengurangi belanja.
Kenaikan paling terasa pada sayuran yang pasokannya bergantung pada daerah penghasil di Jawa Timur. Sawi putih, misalnya, yang sebelumnya berada di kisaran Rp6 ribu per kilogram kini mencapai Rp15 ribu.
Harga wortel ikut terdongkrak dari normalnya sekitar Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu–Rp18 ribu per kilogram. Sementara kentang yang sebelumnya dijual Rp14 ribu–Rp15 ribu kini berada di level Rp17 ribu per kilogram.
Baca Juga: Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Masuk Hari Kedua, Erupsi Anak Krakatau Jadi Kendala
Harga Buncis dan Gambas Tembus Rp25 Ribu
Lonjakan lebih tajam terjadi pada buncis dan gambas. Dua komoditas tersebut yang biasanya berkisar Rp10 ribu–Rp12 ribu per kilogram kini menembus Rp20 ribu–Rp25 ribu.
Pedagang sayur di Pasar Dukuh Kupang, Kholifah, mengatakan kenaikan harga berkaitan dengan terganggunya pasokan dari daerah penghasil sayuran.
Erupsi disebut berdampak terhadap lahan pertanian, termasuk kawasan lereng Gunung Semeru yang menjadi salah satu sentra pemasok sayuran di Jawa Timur.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Argopuro Meluas, BBKSDA Jatim Tutup Seluruh Jalur Pendakian
“Akibat lonjakan harga ini, omzet penjualan kami mengalami penurunan drastis. Sebagian besar pembeli memilih mengurangi jumlah belanjaan untuk menghemat biaya kebutuhan sehari-hari,” ungkap Kholifah.
Harga Naik, Warga Surabaya Kurangi Belanja
Dampaknya, kenaikan harga tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga konsumen. Warga yang sebelumnya membeli dalam jumlah tertentu kini harus menyesuaikan belanja dengan uang yang tersedia.
Sebagian memilih mengurangi pembelian, sementara lainnya beralih ke komoditas yang harganya relatif lebih terjangkau.
Kondisi tersebut menciptakan efek berantai. Ketika pasokan dari sentra produksi terganggu, harga di tingkat pasar ikut terdorong naik. Di sisi lain, tingginya harga membuat volume pembelian turun sehingga omzet pedagang justru tertekan.
Pedagang Tunggu Pasokan Kembali Normal
Pedagang berharap distribusi dari wilayah penghasil segera kembali normal. Pemulihan pasokan dinilai menjadi faktor penting untuk meredam harga sayuran di pasar tradisional Surabaya.
Jika distribusi kembali lancar, pasokan ke pasar diharapkan meningkat sehingga tekanan terhadap harga sejumlah komoditas sayuran dapat berkurang.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya