RADAR SURABAYA BISNIS — Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menunjukkan sisi senimannya dengan menggelar pameran 95 lukisan di Vasa Hotel, Surabaya.
Pameran yang menceritakan berbagai fase kehidupan personal SBY ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Melalui kanvas, SBY menuangkan beragam ekspresi personalnya. Karya-karya tersebut merekam perjalanan hidup, keindahan alam Indonesia, kegelisahan terhadap konflik global, hingga kerinduan mendalam kepada mendiang istri tercinta, Ani Yudhoyono.
Baca Juga: Siapkan 2 Juta Hektare Lahan, Pemerintah Kebut Produksi Bahan Bakar E20 dari Tebu dalam 2 Tahun
"Ada beberapa lukisan yang saya lukis itu hasil fotografi mendiang istri tercinta. Ada kesedihan dan kerinduan setelah Ibu Ani berpulang," ungkap SBY dalam pameran tersebut.
Lebih dari sekadar hobi, aktivitas melukis kini menjadi bagian penting dalam hidup Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.
SBY menegaskan bahwa karya seninya didedikasikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, membiayai klub bola voli LavAni, serta mendukung pembiayaan Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan.
Baca Juga: Lulusan S1 IT Kumpul! Indocement Buka Rekrutmen Karyawan Baru September 2026
Bagi penikmat seni di ibu kota, SBY juga membawa kabar baik. Ia merencanakan pameran yang jauh lebih besar di Jakarta pada Desember mendatang dengan menampilkan sekitar 500 lukisan.
Di sela-sela pembicaraan mengenai seni, SBY menyinggung posisinya di lanskap perpolitikan Indonesia saat ini. Ia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak lagi terjun dalam politik praktis sehari-hari, meski tetap memantau perkembangan negara.
Secara khusus, SBY menegaskan komitmennya untuk menjaga etika dan batasan sebagai mantan kepala negara, terutama untuk menghormati pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Wisatawan Nekat Tembak Penyu di Raja Ampat Pakai Speargun, Kemenpar Ambil Tindakan Tegas
"Saya sudah tidak lagi di kekuasaan. Saat ini yang memimpin adalah Presiden Prabowo. Saya harus menjaga sikap, tutur kata saya agar tidak dianggap cawe-cawe dan tidak dianggap melampaui kepatutan sebagai seorang mantan presiden," tegas SBY.
Sementara itu, pemilik Vasa Hotel Surabaya, Hermanto Tanoko, mengaku kagum dengan sisi lain dari sosok SBY. Ia tidak menyangka bisa melihat lebih jauh gagasan SBY melalui medium seni.
"Ternyata Pak SBY punya banyak cara mengirim pesan dengan cara yang lembut melalui lukisan," pungkas Hermanto.
Baca Juga: Kapan iPhone 18 Pro Max dan iPhone Duo Rilis Resmi di Indonesia? Cek Prediksinya di Sini
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis