RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi mengumumkan daftar peserta yang berhak mengikuti tahapan Computer Assisted Test (CAT) untuk seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi 1448 H/2027 M Gelombang 2.
Pengumuman ini merupakan bagian dari komitmen kementerian untuk menghadirkan proses rekrutmen yang transparan dan terukur.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa pembukaan Gelombang 2 ini difokuskan bagi para pendaftar yang tahapan verifikasinya belum rampung pada Gelombang 1.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI (ICP) Agustus 2026 Meroket ke US$ 89,43 per Barel, Ini Pemicunya
"Masih terdapat pendaftar yang pada Gelombang 1 belum selesai diverifikasi," terangnya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Satu hal yang ditekankan dalam rekrutmen tahun ini adalah bahwa kelulusan verifikasi administrasi tidak otomatis menjamin peserta bisa langsung mengikuti tes CAT. Kemenhaj memberlakukan sistem scoring administrasi.
Dari hasil scoring tersebut, panitia akan menerapkan prinsip 3N. Artinya, jumlah peserta yang dipanggil untuk mengikuti CAT dibatasi hanya sebanyak tiga kali lipat dari total kebutuhan formasi calon petugas haji. Mekanisme ini dinilai krusial untuk memberikan landasan penilaian yang lebih objektif dan adil bagi seluruh pendaftar.
Baca Juga: Menteri UMKM Bawa Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan RI di Forum APEC 2026
Langkah pengetatan ini diambil semata-mata demi mendapatkan kandidat petugas yang benar-benar siap dan kompeten. Puji mengimbau para peserta yang namanya telah tercantum di kanal media sosial resmi Kemenhaj untuk segera mempersiapkan diri dan teliti melihat jadwal serta lokasi ujian.
"Bagi peserta yang nantinya terpilih, ada tanggung jawab besar yang menanti. Petugas haji mempunyai peran penting dalam memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang baik selama menjalankan ibadah haji," tegas Puji.
Baca Juga: Kunjungan Wisman Tembus 8,98 Juta, Sektor Pariwisata Indonesia Raup Devisa Rp145 Triliun
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis