Boga Bahari RI Raup Rp3,49 Triliun di Jepang, Tuna dan Gurita Paling Laris

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:02 WIB
Pekerja menyortir ikan tuna kualitas ekspor. Boga bahari RI sukses meraup Rp 3,49 triliun di Jepang.
Pekerja menyortir ikan tuna kualitas ekspor. Boga bahari RI sukses meraup Rp 3,49 triliun di Jepang.

RADAR SURABAYA BISNIS – Sektor perikanan nasional kembali menunjukkan tajinya di kancah global. Pelaku usaha boga bahari Indonesia sukses mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 198,33 juta atau setara Rp3,49 triliun dalam pameran the 28th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 yang digelar di Tokyo Big Sight, Jepang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan tingginya angka tersebut merefleksikan kuatnya daya saing produk perikanan Indonesia di Negeri Sakura. 

Komoditas penyumbang potensi transaksi terbesar didominasi oleh ikan tuna dalam berbagai bentuk olahan, disusul gurita, ikan kisu, ebi fry, cakalang, rajungan, cumi-cumi, hingga produk telur ikan (tobiko).

Baca Juga: Meroket, Posisi Klasemen Aldi Satya Mahendra Naik Tajam Dua Tingkat di World Supersport

"Peluang nyata ini harus terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita. Akses pasar ke Jepang kini semakin terbuka lebar berkat optimalisasi implementasi Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang membebaskan tarif nol persen untuk produk ikan olahan asal Indonesia," ujar Puntodewi dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Ajang pameran yang diikuti oleh 14 perusahaan asal Indonesia ini tidak sekadar menjadi etalase pameran, melainkan juga wadah kesepakatan strategis. 

Salah satu pencapaian menonjol adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Nirvana Niaga Sejahtera dengan Godai Co., Ltd asal Jepang.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN DAMRI September 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan produk sashimi-grade yellowfin tuna loin, dengan nilai transaksi yang terjalin mencapai USD 9,6 juta atau sekitar Rp169,25 miliar. 

Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil penjajakan bisnis (business matching) yang konsisten dilakukan sejak pameran tahun-tahun sebelumnya.

Menyikapi tingginya minat pasar Jepang terhadap boga bahari nasional, Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menekankan pentingnya komitmen jangka panjang. Sektor perikanan dinilai sebagai salah satu pilar utama dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Prabowo Lepas Kontingen Asian Games 2026, Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Medali Emas

"Kepercayaan dari mitra Jepang itu dibangun tidak hanya berdasarkan kualitas produk di atas kertas. Pelaku usaha kita harus menunjukkan komitmen, menjaga konsistensi, serta memastikan kontinuitas pasokan yang andal dan transparan," tutur Kartini.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kinerja ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang menunjukkan tren yang menjanjikan. 

Pada periode Januari–Juni 2026, nilai ekspor khusus untuk produk olahan perikanan berhasil menembus angka USD 45,81 juta. 

Baca Juga: BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG, Ini Susu yang Boleh Diberikan

Capaian ini meningkat signifikan sebesar 29,05 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ditopang kuat oleh komoditas olahan tuna, cakalang, dan gurita.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
boga bahari pameran ekspor ikan tuna jepang