Produksi Padi Jatim Tembus 10,44 Juta Ton, Topang Ketahanan Pangan Nasional

Mus Purmadani • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 16:55 WIB
Sepanjang 2025, luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,84 juta hektare, melonjak 224 ribu hektare.
Sepanjang 2025, luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,84 juta hektare, melonjak 224 ribu hektare.

radarsurabayabisnis.id - Jawa Timur kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi di provinsi ini sepanjang 2025 tercatat mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut berlanjut pada 2026. Produksi padi periode Januari–Oktober 2026 telah mencapai 9,86 juta ton GKG. Angka itu meningkat 480.768 ton atau 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kenaikan produksi menunjukkan sektor pertanian Jawa Timur masih mampu bertahan di tengah tekanan perubahan cuaca dan dinamika musim tanam.

Baca Juga: Harga Padi dan Kakao Naik, Nilai Tukar Petani Juli 2026 Pecah Rekor

Luas Panen Jatim Melonjak 224 Ribu Hektare

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Herum Fajarwati, mengatakan peningkatan produksi padi terutama didorong oleh bertambahnya luas areal panen.

Sepanjang 2025, luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,84 juta hektare. Angka tersebut melonjak 224 ribu hektare atau 13,88 persen dibandingkan luas panen pada 2024.

"Pola panen 2025 hampir mirip dengan 2024, tetapi terjadi pergeseran puncak panen," ujar Herum, Rabu (9/9).

Pada 2024, puncak panen terjadi pada April dengan luas mencapai 369 ribu hektare. Sementara pada 2025, puncak panen bergeser ke Maret dengan luas 358 ribu hektare.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak 3 Komoditas di Malang untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Adapun luas panen terendah pada 2025 terjadi pada Januari, yakni sekitar 66 ribu hektare.

Produksi Beras Jatim Capai 6,03 Juta Ton

Dari sisi produksi bulanan, peningkatan tertinggi terjadi pada Maret 2025. Produksi padi pada bulan tersebut melonjak 719,76 ribu ton dibandingkan Maret 2024.

Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada Mei 2025 dengan produksi turun 170,10 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BPS kemudian mengonversikan produksi padi tersebut menjadi beras untuk konsumsi masyarakat. Sepanjang 2025, produksi beras Jawa Timur mencapai 6,03 juta ton.

Jumlah tersebut naik 674 ribu ton atau 12,60 persen dibandingkan produksi beras pada 2024 yang mencapai 5,35 juta ton.

Produksi beras tertinggi pada 2025 juga tercatat pada Maret, yakni mencapai 1,18 juta ton. Sementara pada 2024, produksi beras tertinggi terjadi pada April dengan 1,23 juta ton.

Stok Pangan Jatim Disebut Cukup, Iklim Tetap Jadi Tantangan

Herum menambahkan, produksi beras Jawa Timur saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduk di provinsi tersebut.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan air dan memantau pola tanam. Ketidakpastian iklim masih menjadi salah satu tantangan utama yang perlu diantisipasi untuk menjaga produksi pertanian ke depan.

Dengan produksi padi yang terus meningkat, Jawa Timur masih memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah maupun mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
pertanian jatim jawa timur produksi beras jatim lumbung pangan BPS Jatim