Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Era Marathon Series Meredup, Netflix Kini Hadapi Gempuran TikTok dan YouTube

Hany Akasah • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:44 WIB
MIGRASI: Penonton Netflix mulai tinggalkan tren marathon series, beralih ke konten video berdurasi pendek.
MIGRASI: Penonton Netflix mulai tinggalkan tren marathon series, beralih ke konten video berdurasi pendek.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pola konsumsi hiburan digital masyarakat kini tengah mengalami pergeseran drastis. Penonton yang sebelumnya gemar melakukan binge-watching atau menonton serial secara maraton di Netflix, kini mulai beralih ke format konten berdurasi lebih pendek.

Berdasarkan laporan Bloomberg yang mengutip data internal Netflix, semakin banyak pengguna yang memutuskan berhenti menonton sebuah serial sebelum memasuki musim kedua. Penyebab utamanya meliputi masa tunggu rilis antar-musim yang terlalu lama serta maraknya pembatalan serial di tengah jalan.

Baca Juga: Lulusan SMK 2026 Melonjak, Bonus Demografi Terancam Jadi Bonus Pengangguran

Pergeseran ini membuktikan bahwa kompetitor utama Netflix saat ini bukan lagi jaringan televisi linear, melainkan platform video singkat seperti TikTok, YouTube, Instagram Reels, hingga berbagai aplikasi mikrodrama.

Laporan firma riset eMarketer mencatat, rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna dewasa di Amerika Serikat pada 2024 untuk Netflix adalah 62,1 menit per hari. 

Angka ini bersaing ketat dengan pengguna TikTok yang mencapai 58,4 menit. Pada tahun 2025, Financial Times melaporkan pengguna global TikTok menghabiskan rata-rata waktu 95 menit per hari, mencatat tingkat keterlibatan tertinggi di antara media sosial utama.

Baca Juga: IHSG Anjlok 34 Persen, Jumlah Investor Justru Naik Jadi 28,96 Juta, Ini Instrumen Favorit

Bahkan, laporan Digital i pada awal tahun ini mengungkapkan bahwa YouTube telah melampaui Netflix, dengan rata-rata waktu tonton 99,1 menit berbanding 93,4 menit per harinya.

Kekosongan minat pada serial panjang kini diisi oleh kemunculan aplikasi mikrodrama. Firma intelijen Appfigures mencatat bahwa aplikasi ReelShort berhasil meraup pendapatan kotor hingga US1,2 miliar sepanjang tahun 2025, melonjak 119 persen dari tahun sebelumnya. 

Pesaingnya, DramaBox, juga mencetak pendapatan US276 juta. Melihat pasar yang menggiurkan ini, TikTok pun ikut meluncurkan aplikasi mikrodramanya sendiri.

Baca Juga: Mentan Lapor Presiden Prabowo: Stok Pangan Aman, Hilirisasi Pertanian Dikebut

Menghadapi tekanan berat dari tren konten berdurasi pendek, Netflix tidak tinggal diam. Pada April lalu, perusahaan sempat merombak tampilan aplikasinya dengan menambahkan feed bergaya TikTok khusus untuk rekomendasi konten Netflix. 

Sayangnya, fitur tersebut saat ini masih sekadar diposisikan sebagai alat bantu pencarian, bukan destinasi tontonan utama.

Ke depannya, raksasa streaming ini tampaknya harus mengevaluasi ulang cara mereka memproduksi dan merilis "serial TV". 

Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi OJK, Optimalisasi SLIK Jadi Angin Segar buat Warga Beli Rumah

Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk memprioritaskan format miniseri satu musim agar cerita tidak menggantung, atau memecah serial menjadi segmen-segmen berdurasi lebih pendek untuk menyesuaikan rentang perhatian penonton modern.

Editor : Hany Akasah
#netflix #short drama #streaming #tiktok #youtube