Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Antrean BBM Subsidi di Jatim Berangsur Normal, Ini yang Dilakukan Pertamina

Mus Purmadani • Senin, 6 Juli 2026 | 18:17 WIB
Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan di SPBU kini jauh berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan di SPBU kini jauh berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

radarsurabayabisnis.id - Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh Jawa Timur kembali berjalan lancar setelah sempat terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Percepatan distribusi dilakukan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan penyaluran biosolar tetap tepat sasaran.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan kondisi distribusi BBM subsidi terus membaik. Pemantauan bersama BPH Migas telah dilakukan selama dua hari berturut-turut pada awal Juli guna memastikan kebutuhan energi masyarakat, terutama sektor logistik, tetap terpenuhi.

Baca Juga: Wajib Biodiesel B50 Resmi Berlaku Hari Ini, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM

"Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas terus melakukan percepatan distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat, khususnya sektor logistik, tetap terpenuhi," ujar Iwan.

BPH Migas: Antrean di SPBU Sudah Jauh Berkurang

Monitoring lapangan melibatkan Kepala BPH Migas, perwakilan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, serta Wakil Ketua Ombudsman RI. Tim meninjau langsung Terminal BBM hingga sejumlah SPBU yang menjadi titik penyaluran biosolar kepada masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan di SPBU kini jauh berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan antrean yang sebelumnya sempat mengular kini mulai melandai.

Baca Juga: Topang Sektor Strategis, Patra Logistik Sukses Distribusikan 12,28 Juta Liter BBM di Sulawesi

"Sesuai laporan Pertamina Patra Niaga dan hasil pengecekan langsung di lapangan, antrean kendaraan sudah sangat berkurang. Rata-rata antrean kini hanya sekitar lima hingga enam truk sasis panjang dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Surabaya dan Gresik Jadi Titik Konsumsi Tertinggi

Menurut Wahyudi, tingginya konsumsi biosolar terjadi di wilayah Surabaya dan Gresik yang menjadi pusat distribusi logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Aktivitas bongkar muat kapal yang meningkat pada 22–26 Juni 2026 membuat permintaan biosolar melonjak di sejumlah SPBU, terutama yang melayani kendaraan angkutan barang.

Beberapa SPBU yang menjadi fokus pemantauan antara lain SPBU Tol Surabaya–Gempol KM 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, serta SPBU Kebomas di Gresik.

Pertamina Tambah Distribusi BBM Selama 24 Jam

Untuk memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah percepatan distribusi.

Perusahaan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam, mempercepat pengiriman BBM, serta menggandakan skema alih suplai dari terminal BBM terdekat menuju SPBU dengan permintaan tertinggi.

"Prioritas pengiriman dilakukan dari terminal BBM utama maupun melalui alih suplai dari terminal terdekat. Volume alih suplai ditingkatkan dua kali lipat sehingga pasokan ke SPBU bertambah dan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi," ujar Iwan.

Selain meningkatnya aktivitas logistik, kenaikan konsumsi BBM juga dipengaruhi mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah yang mendorong arus perjalanan menuju Surabaya melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan pengelolaan antrean di SPBU terus dioptimalkan melalui penambahan petugas di lapangan dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan serta Satlantas di berbagai daerah.

Pertamina juga mengaktifkan sistem early warning untuk mendeteksi lonjakan permintaan BBM sehingga distribusi dapat dilakukan lebih cepat sebelum terjadi antrean panjang.

Ahad menegaskan stok seluruh produk BBM di terminal maupun SPBU di Jawa Timur dalam kondisi aman.

"Ketersediaan seluruh produk BBM di SPBU maupun terminal BBM Pertamina Patra Niaga di Jawa Timur dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan," katanya.

Editor : Hany Akasah
#antri BBM #bbm subsidi #pertamina