RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mempercepat pembangunan dan pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah taktis ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau yang mematuhi pedoman Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 530 unit KDKMP telah resmi beroperasi dan melayani kebutuhan sehari-hari warga di delapan kabupaten/kota.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menjelaskan bahwa total target pembangunan mencapai sekitar 5.600 unit di seluruh wilayah Jatim.
"Pembangunan 2.500 hingga 3.000 unit KDKMP sebenarnya telah rampung secara fisik. Namun, mayoritas di antaranya belum beroperasi penuh karena masih dalam tahap penyempurnaan sistem dan sarana pendukung," ujar Endy, Kamis.
Operasional ratusan koperasi yang sebelumnya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto ini terus dievaluasi. Dinas Koperasi dan UKM Jatim secara berkala memastikan standar pelayanan, kesiapan pegawai, hingga sistem kasir digital berjalan optimal.
Baca Juga: Ucapkan Selamat Tinggal Internet Lelet, 3 Operator Berebut Frekuensi Baru Komdigi
Untuk menjamin ketersediaan barang, KDKMP menggandeng PT Agrinas. Komoditas yang paling banyak disalurkan meliputi beras, gula, minyak goreng, hingga LPG.
Selain itu, gerai juga menyediakan produk harian seperti mi instan, susu, dan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang kompetitif.
Endy menegaskan, kehadiran KDKMP bukan dirancang untuk mematikan ritel modern. Koperasi ini memiliki sistem kepemilikan oleh warga desa atau kelurahan setempat, sehingga keuntungan ekonominya akan kembali ke masyarakat.
Baca Juga: Siapkan Lebih Banyak Pendidik Profesional, Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka
"KDKMP fokus memastikan masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga sesuai HET. Ini menjadi instrumen jaminan perlindungan ekonomi bagi masyarakat," tegasnya.
Ke depan, peran KDKMP tidak hanya sebatas mendistribusikan sembako. Koperasi ini juga diarahkan untuk mengembangkan unit bisnis berdasarkan potensi sumber daya alam (SDA) lokal masing-masing daerah.
Calon manajer koperasi yang saat ini tengah mengikuti pelatihan akan didapuk menjadi motor penggerak. Mereka bertugas memasarkan produk unggulan desa seperti komoditas pertanian, sayuran, hingga telur.
Baca Juga: Ekonomi Tetap Solid, Menkeu Purbaya Tegaskan Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis
"Setiap daerah memiliki karakter usaha yang berbeda. Manajer nanti akan mengembangkan koperasi berdasarkan potensi ekonomi lokal, sehingga koperasi juga menjadi pusat penggerak ekonomi desa," pungkas Endy.
Editor : Hany Akasah