Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Konsumsi Listrik di SPKLU Melonjak Hampir Lima Kali Lipat Jadi 5.619 MWh

Nofilawati Anisa • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:52 WIB

 

ISI DAYA: Dua kendaraan listrik sedang mengisi daya di salah satu SPKLU milik PLN di rest area tol.
ISI DAYA: Dua kendaraan listrik sedang mengisi daya di salah satu SPKLU milik PLN di rest area tol.

RADAR SURABAYA BISNIS - Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PLN mencatat lonjakan signifikan pada penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Konsumsi energi listrik untuk pengisian kendaraan listrik meningkat menjadi 479 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, total energi listrik yang tersalurkan melalui SPKLU mencapai 5.619 megawatt hour (MWh).

Angka ini naik tajam dibandingkan realisasi Nataru 2024/2025 yang tercatat sebesar 1.174 MWh.

Peningkatan juga terlihat dari frekuensi pengisian daya kendaraan listrik.

Sepanjang periode tersebut, aktivitas pengisian tercatat sebanyak 234.136 kali. Melonjak signifikan dari 48.254 kali pada periode Nataru sebelumnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, peningkatan pengisian daya kendaraan listrik selama periode Nataru menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.

“Pada periode Natal dan Tahun Baru, ketika mobilitas masyarakat meningkat, kendaraan listrik mulai dimanfaatkan tidak hanya untuk perjalanan jarak dekat, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh lintas wilayah, termasuk mudik dan liburan,” ujar Darmawan dilansir, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut berlangsung seiring dengan kesiapan layanan pengisian daya yang disiapkan di berbagai wilayah selama periode Nataru.

“Jaringan SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah digunakan untuk melayani kebutuhan pengisian daya selama periode Nataru. Kesiapan infrastruktur ini membantu mendukung mobilitas masyarakat pengguna kendaraan listrik di tengah kepadatan perjalanan,” lanjutnya.

Keandalan layanan pengisian daya tersebut ditopang oleh kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya manusia selama periode Nataru.

Diketahui, PLN menyiagakan 4.648 unit SPKLU dengan dukungan 5.190 personel di seluruh Indonesia.

Khusus di jalur utama Sumatra–Jawa–Bali, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU.

Jumlah ini meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Selain penguatan infrastruktur fisik, PLN juga memaksimalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile sebagai pendukung operasional selama periode Nataru.

Melalui fitur Trip Planner, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengatur antrean pengisian daya agar layanan tetap tertib di tengah lonjakan mobilitas.

“Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, Kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur dan layanan pendukung di berbagai wilayah,” pungkas Darmawan. (ara/opi)

Kinerja SPKLU saat Nataru

*Pengisian daya naik 479 persen
*Total listrik yang tersalurkan 5.619 MWh
*Nataru 2024/2025 tercatat 1.174 MWh
*Aktivitas pengisian 234.136 kali
*Nataru 2024/2025 48.254 kali
*Peningkatan menunjukkkan perubahan pola penggunaan mobil
*Kendaraan listrik mulai digunakan untuk jarak jauh
*PLN siagakan 4.648 unit SPKLU
*Didukung 5.190 personel

Sumber: PLN

 

Editor : Nofilawati Anisa
#darmawan prasodjo #Direktur Utama PLN #libur nataru #perjalanan #spklu #Penggunaan Listrik #jarak jauh #kendaraan listrik #pengisian daya #rest area tol