Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kuota LPG Ditambah 350 Ribu Metrik Ton untuk Antisipasi Lonjakan Konsumsi

Nofilawati Anisa • Jumat, 28 November 2025 | 23:18 WIB
ANGKUT: Aktivitas penambahan stok LPG di salah satu pangkalan sebagai bentuk persiapan menghadapi kemungkinan lonjakan kebutuhan LPG 3 kg.
ANGKUT: Aktivitas penambahan stok LPG di salah satu pangkalan sebagai bentuk persiapan menghadapi kemungkinan lonjakan kebutuhan LPG 3 kg.

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut Presiden Prabowo Subianto sepakat penambahan kuota LPG subsidi 3 kilogram sebanyak 350 metrik ton (MT).

Penambahan ini dipastikan tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut diungkap Bahlil usai dipanggil Prabowo mengenai stok LPG nasional.

Penambahan tersebut juga dalam rangka mengantisipasi lonjakan konsumsi LPG 3 kilogram (kg) pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Tadi dalam rapat terbatas yang dipimpin bapak Presiden menyangkut dengan LPG, kita ada penambahan kuota di mana kuota kita di dalam APBN itu 8,16 juta (MT) kita tambah kurang lebih 0,35 juta atau 350.000 metrik ton, untuk apa? untuk menjaga antisipasi kebutuhan Nataru," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/11).

Meski ada tambahan kuota tadi, Bahlil memastikan kalau beban APBN tak berubah.

Lantaran, harga global masih berada di bawah acuan Indonesia Crude Price (ICP).

Dalam hitungan Bahlil, masih ada ruang untuk menambal penambahan kuota tadi dari anggaran Rp 82 triliun untuk subsidi LPG 2025.

"Enggak ada penambahan anggaran, karena harga ICP dunia itu turun karena alokasi kita dalam APBN 2025 itu kan Rp 82 triliun, sementara realiasi dengan menambah 350.000 ton itu ga sampai di Rp 80 triliun, hanya sekitar Rp 77-78 triliun," jelas Bahlil.

Pertamina Patra Niaga sebelumnya memperkirakan adanya kenaikan konsumsi LPG 3 kg pada masa Nataru mendatang. Adapun, perkiraannya naik 3,3 persen.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero), termasuk Subholding Commercial & Trading, Pertamina Patra Niaga menyiagakan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mulai 13 November 2025-11 Januari 2026 untuk memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.

Berdasarkan proyeksi nasional, akan terjadi tiga puncak mobilitas masyarakat yaitu pada 24–25 Desember 2025, 31 Desember–1 Januari 2026, serta arus balik pada 2–4 Januari 2026.

Kebutuhan energi pada periode ini juga diperkirakan akan meningkat, terutama konsumsi Gasoline 2,3 persen, LPG 3,3 persen, Avtur 2,4 persen, dan Kerosene 6,2 persen.

Adapun Gasoil diproyeksikan turun 2,8 persen seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#radar surabaya bisnis #lpg #nataru #bahlil lahadalia #3 kg #Presiden Prabowo #konsumsi #pemerintah