Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BLI Siapkan Gudang Beras 2.000 Ton dengan Luasan 1.000 Meter Persegi, Cek Lokasinya

Nofilawati Anisa • Senin, 19 Mei 2025 | 14:25 WIB

 

SIDAK: PT BGR Logistik Indonesia (BLI) mendukung program pemerintah untuk menyerap gabah/beras melalui Perum Bulog.
SIDAK: PT BGR Logistik Indonesia (BLI) mendukung program pemerintah untuk menyerap gabah/beras melalui Perum Bulog.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT BGR Logistik Indonesia (BLI), anak usaha PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan bagian dari holding BUMN pangan ID Food, menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah dalam penyerapan gabah dan beras melalui Perum Bulog.

Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur pergudangan, sistem penyimpanan yang memadai, dan pengelolaan logistik yang profesional.

Sebagai perusahaan logistik yang memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan nasional, BLI aktif menyiapkan kapasitas gudang di berbagai wilayah strategis di Indonesia.

Tak hanya menyediakan ruang penyimpanan, BLI juga memastikan sistem manajemen gudang berjalan efisien dan terintegrasi, mulai dari pencatatan, pengawasan stok, hingga distribusi ke berbagai titik kebutuhan.

Direktur Komersial dan Operasi BLI, Indra Iliana, menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan bentuk kontribusi nyata BLI dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami siap menjadi bagian dari rantai pasok strategis nasional, khususnya dalam menjaga kualitas dan kuantitas beras yang diserap Bulog agar tetap dalam kondisi baik hingga sampai ke masyarakat tepat pada waktunya,” ujarnya, Senin (19/5/2025).

BLI berencana menyediakan gudang dengan luasan mulai dari 1.000 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan hingga 2.000 ton per gudang.

Gudang-gudang tersebut tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.

Untuk menjaga kualitas beras selama masa penyimpanan, BLI juga memperkuat sistem monitoring digital pada proses penyimpanan.

Kolaborasi logistik ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga berdampak positif bagi petani karena hasil panen mereka terserap secara optimal.

Dalam hal distribusi, BLI memanfaatkan aplikasi Fleet Integration and Order Monitoring Application (FIONA) untuk memantau armada secara real-time sejak keluar dari gudang hingga sampai ke tujuan akhir.

Sejak bergabung dalam ekosistem ID Food, BLI semakin memperkuat perannya sebagai agregator logistik dengan skema logistik terpadu yang mendukung berbagai proyek strategis pemerintah, khususnya di sektor pangan.

“Kami melihat peluang besar dalam logistik pangan ke depan. BLI tidak hanya menjadi agregator gudang penyimpanan, tetapi juga mampu mengelola perpindahan komoditas dari sentra pertanian hingga ke masyarakat sebagai pelanggan akhir. Dengan demikian, rantai logistik pangan dari hulu ke hilir dapat dijalankan secara utuh,” pungkas Indra. (opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Fiona #penyerapan gabah #ketahanan pangan #Bli #gudang beras #bulog #BGR Logistik Indonesia #penyerapan beras bulog #logistik #aplikasi #logistik pangan #distribusi #ID Food