SOSOK Dr Lia istifhama, M.E.I menjadi buah bibir belakangan ini. Putri tokoh Nahdliyyin KH Masykur Hasyim tersebut itu bukan hanya terkenal sebatas aktivis dan politisi.
Namun, perempuan yang akrab disapa Ning Lia dikenal aktif mengisi berbagai forum baik intelektual maupun kemasyarakatan.
Ning Lia terkenal dengan perempuan yang multi talent. Semua kemampuan tampaknya diborong oleh ibu dua anak tersebut.
Ning Lia lihai dalam berbagai bidang mulai politik, aktivis, akademis, penulis, musisi, sastra, ekonomi dan semuanya.
Piawai mengisi berbagai forum, tak lepas dari latar belakangnya yang merupakan seorang akademisi.
Ning Lia lulus pendidikan strata 1 dan meraih gelar sarjana dari tiga kampus sekaligus pada tahun 2007. Pertama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya.
Kedua, Fakultas Muamalah UINSA, dan Ketiga Fakultas Dakwah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Taruna Surabaya.
Menyandang gelar sarjana dari tiga kampus membuat Ning Lia kembali melanjutkan manager dan doktoral di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Bahkan, ia memang dikenal aktif sebagai penulis, terutama artikel yang diabadikan dalam berbagai tulisan.
Di antaranya, Before After Tsunami Aceh: Trilogi dan Tragedi (2005), Mengembangkan Kapasitas Guru dengan Media Pembelajaran ICT (2020), Praktek Penyuluhan Hukum dan Penguatan Strategi Modal Sosial (2019).
Kemudian, Resiliensi Korban Pelecehan Seksual: Sudut Pandang Sosial dan Ekonomi Islam (2019), Hikmah Ramadan: Penelusuran Hadis (2020), Beda Agama Hidup Rukun (2020), Berkisah Tentang Hati (2022) dan Membingkai Pendidikan Bangsa (2022).
“Apa yang saya jalani selama ini, di segala bidang itu adalah bentuk kesadaran peran. Bahwa jika kita bicara perempuan harus bisa berkontribusi kepada agama, keluarga, lingkungan bahkan negara. Maka adalah kita harus terus mengisi peran di berbagai ruang. Tak terkecuali politik maupun akademisi,” kata Ning Lia.
Keaktifan dalam berbagai organisasi dan kegiatan tak perlu diragukan lagi. Sejak kuliah, Ning Lia aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya dan Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.
Ia pernah menduduki jabatan sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur pada tahun 2020 – 2023 silam.
Lia juga pernah didapuk menjadi Ketua DPD Perempuan Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Timur.
Ia ternyata punya kepedulian tinggi terhadap para petani dan pertanian di Jawa Timur secara lebih luas. Kepedulian Ning Lia terhadap dunia pertanian sudah sejak kecil.
“Sejak kecil saya sering diajak orang tua melihat pertanian, sering diskusi juga. Makanya, saya sangat suka dalam dunia pertanian apalagi terkait dengan masyarakat yang memang bekerja dalam dunia pertanian,” kata Ning Lia.
Saking cintanya dengan dunia pertanian, Ning Lia menciptakan berbagai lagu. Tiga lagu tentang petani yang ia luncurkan pada tahun 2022 silam adalah Cinta Tani, Syair Tani, dan Petani Bejo.
Kegigihannya beraktivitas di tengah masyarakat membuat ia diganjar sejumlah penghargaan.
Dua di antaranya ialah, menjadi salah satu dari 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2020 dari Forkom Jurnalis Nahdliyin, Penggerak Perempuan Bidang Pertanian dari DP3AK Jatim (Pertani HKTI Jatim).
Pada tahun 2023 ini, Ning Lia juga mendapatkan berbagai prestasi membanggakan. Salah satunya prestasi meraih Tokoh Perempuan Populer Madura Award 2023 dari Radar Madura.
Tiga hari sesudahnya, Ning Lia juga meraih Women of The Years 2023, tokoh perempuan yang peduli dengan pertanian dan perhutanan sosial.
Pada tahun ini, Radar Surabaya juga memberikan Ning Lia penghargaan Person of The Year.
Sosok Lia yang multitalent dengan target mengajak masyarakat, khususnya perempuan untuk menjadi Pesona (Peduli, Strong dan Naluri Keibuan).
“Era sekarang memang perempuan itu lagi digaungkan responsif gender, tapi di tengah isu tersebut kita para perempuan harus tetap peduli dengan lingkungan sekitar dan kuat menghadapi segala tantangan. Tentunya, tetap harus memiliki naluri keibuan yang lemah lembut, santun dan bersahaja,” kata Ning Lia.
Menurut Lia, peran perempuan dalam kemajuan negara itu sangatlah penting. Terlebih, dalam kontestasi politik. Dimana, kini dirinya juga ikut mendaftar sebagai anggota DPD RI.
Peran perempuan dalam agama itu ada tiga. Pertama, perempuan itu adalah mar’ah artinya cerminan. Jika cerminan perempuan itu baik, maka keluarga bahkan negaranya baik.
Kedua, peran perempuan sebagai nisa atau ketenangan. Dalam artian, perempuan harus mampu memberikan ketenangan di keluarga maupun masyarakat dengan ide-ide yang tentunya bermanfaat serta menyejukkan. Ketiga, peran sebagai ummu atau perempuan yang melahirkan.
“Kemanapun anak itu pergi, pasti dia akan kembali ke ibunya. Maka naluri ibu yang lemah lembut, santun dan bersahaja akan muncul karena perannya sebagai ibu itu sudah fitrah dari Allah,” kata Ning Lia. (han)
Editor : Nurista Purnamasari