Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Breaking News: Nilai Mata Uang Tukar Rupiah Melemah ke Rp 16.805 per Dolar AS

Hany Akasah • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:17 WIB

Mata uang rupiah melemah
Mata uang rupiah melemah

 

RADAR SURABAYA BISNIS- Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Selasa (24/2/2026) pagi dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah sempat mencatat penguatan yang signifikan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi 0,12 persen ke posisi Rp 16.805 per dolar AS. Pada perdagangan Senin (23/2/2026), rupiah justru menguat 0,44 persen dan ditutup di level Rp 16.785 per dolar AS.

Baca Juga: Awas Terjebak! Ini 5 Tanda Kamu Berada di Kelompok Ekonomi Menengah Bawah

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot, rupiah tercatat melemah 33 poin atau sekitar 0,2 persen ke level Rp 16.835 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,08 persen ke posisi 97,78.

Data TradingView menunjukkan mayoritas mata uang Asia bergerak melemah tipis terhadap dolar AS.

Tekanan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung, sehingga menekan selera risiko (risk appetite) investor global.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp 3,068 Juta per Gram, Naik Rp 40 Ribu Hari Ini

Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve. Sejumlah pejabat The Fed menegaskan sikap hati-hati terhadap tekanan inflasi.

Kondisi ini memunculkan ekspektasi bahwa suku bunga acuan berpotensi tetap dipertahankan setidaknya hingga pertengahan tahun, sembari menunggu rilis data tenaga kerja dan inflasi selanjutnya.

Di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global dan prospek suku bunga yang masih relatif ketat, pergerakan mata uang negara berkembang (termasuk rupiah) cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar internasional.

Editor : Hany Akasah
#rupiah #internasional #dolar #uang #Breaking News #mata uang