Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Bisa Senyum Bahagia karena Ekonomi Jawa Timur di 2025 Kembali Salip Nasional, Segini Angkanya

Mus Purmadani • Minggu, 8 Februari 2026 | 11:27 WIB
BEKERJA: Industri pengolahan masih menjadi penopang ekonomi.
BEKERJA: Industri pengolahan masih menjadi penopang ekonomi.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kinerja perekonomian Jawa Timur sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp 3.403,17 triliun dengan PDRB per kapita sebesar Rp 80,86 juta.

Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2025 mencapai 5,33 persen secara tahunan (c-to-c).

Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai dinamika global dan nasional.

“Perekonomian Jawa Timur Tahun 2025 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 3.403,17 triliun, dan PDRB per kapita mencapai Rp 80,86 juta,” ujar Herum.

Dengan capaian itu berarti pertumbuhan ekonomi provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa tahun lalu kembali menyalip nasional.

Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Herum menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan yang tumbuh sebesar 9,24 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh 6,63 persen,” lanjutnya.

Secara tahunan, kata Herum, ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV/2025 dibandingkan triwulan IV/2024 tumbuh 5,85 persen (year-on-year).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 9,86 persen.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 6,66 persen,” ungkapnya.

Namun secara triwulanan, ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV/2025 terhadap triwulan III/2025 mengalami kontraksi tipis sebesar 0,18 persen (quarter-to-quarter).

Meski demikian, sejumlah sektor masih mencatat pertumbuhan positif.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 7,82 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 11,06 persen,” jelas Herum.

Ia menambahkan, dari sisi struktur ekonomi, industri pengolahan masih mendominasi perekonomian Jawa Timur pada 2025 dengan kontribusi sebesar 31,32 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 60,78 persen terhadap total PDRB Jawa Timur,” ujarnya.

Herum menegaskan, struktur ekonomi tersebut menunjukkan peran kuat sektor industri dan konsumsi domestik dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2025. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kinerja perekonomian #BPS Jawa Timur #tahun 2025 #industri pengolahan #pertumbuhan ekonomi #Gubernur Khofifah Indar Parawansa