Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun, Sektor Apa yang Paling Besar Penyerapannya?

Nofilawati Anisa • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:38 WIB

 

MODAL USAHA: Aktivitas UMKM di salah satu pasar apung, yang di antara mereka adalah penerima KUR Bank Mandiri.
MODAL USAHA: Aktivitas UMKM di salah satu pasar apung, yang di antara mereka adalah penerima KUR Bank Mandiri.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyampaikan hingga Desember 2025 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga di level optimal dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) di bawah 1 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan, melalui penyaluran KUR, perseroan secara aktif memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang menjadi pilar utama perekonomian nasional.

Penyaluran ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

“Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” ujar Riduan, Jumat (9/1/2026).

Penyaluran KUR itu juga menjadi selaras dengan fokus pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan.

Hal ini terefleksikan dari penyaluran KUR sepanjang 2025 yang didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,54 persen atau senilai Rp 25,13 triliun.

Secara rinci, sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan sebesar Rp 12,75 triliun atau setara 31,23 persen dari total penyaluran KUR Bank Mandiri.

Selanjutnya, sektor jasa produksi tercatat sebesar Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan Rp 3,03 triliun atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp 562 miliar atau 1,38 persen.

“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” katanya.

Lebih lanjut, dalam upaya menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale.

Khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah.

Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Selain itu, Bank Mandiri konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#BMRI #kredit usaha rakyat #sektor pertanian #ketahanan pangan #umkm #Akses Pembiayaan #tahun 2025 #bank mandiri #kapasitas produksi