Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Portofolio Capai Rp 13,37 Triliun, BNI Tegaskan Komitmennya Dorong Transisi Energi Melalui Pembiayaan Hijau

Nofilawati Anisa • Minggu, 6 Juli 2025 | 19:28 WIB
PANEL SURYA: Energi hijau menjadi sektor yang makin diseriusi beragam sektor usaha, termasuk industri perbankan melalui pembiayaan hijau.
PANEL SURYA: Energi hijau menjadi sektor yang makin diseriusi beragam sektor usaha, termasuk industri perbankan melalui pembiayaan hijau.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak dalam mendukung agenda transisi energi di Indonesia.

Hingga Mei 2025, portofolio pembiayaan hijau BNI tercatat mencapai Rp 13,37 triliun, menyumbang 18,19 persen dari total portofolio kredit hijau perseroan.

Capaian ini tumbuh sebesar 2,9 persen secara year-to-date (YtD), mencerminkan konsistensi BNI dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, pertumbuhan ini tidak lepas dari ekspansi pembiayaan yang dilakukan BNI pada berbagai proyek energi bersih.

Mulai dari pembangkit listrik tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, hingga biogas.

“Sebagai bagian dari strategi berkelanjutan BNI untuk mengelola eksposur terhadap sektor dengan intensitas karbon tinggi, kami terus mengurangi porsi pembiayaan untuk sektor migas dan batubara,” kata Okki dalam keterangan resminya, Minggu (6/7/2025).

Sebaliknya, lanjut Okki, pembiayaan untuk sektor energi terbarukan terus BNI tingkatkan/

Okki menambahkan bahwa prospek pembiayaan di sektor energi hijau sangat menjanjikan ke depan.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi bersih secara global maupun nasional.

Serta dorongan kuat dari pemerintah melalui kebijakan seperti peta jalan Net Zero Emission 2060 dan taksonomi hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tak hanya itu, BNI juga mencermati semakin besarnya permintaan pembiayaan ramah lingkungan dari dunia usaha, baik dari korporasi maupun pelaku UMKM.

“BNI aktif memperkuat peran sebagai katalis dalam pengembangan pembiayaan hijau nasional. Ini kami wujudkan melalui penguatan berbagai instrumen pendanaan, seperti penerbitan green bonds, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses pembiayaan,” jelasnya.

Dalam rangka mengelola risiko terkait perubahan iklim, BNI juga telah melakukan uji ketahanan risiko iklim atau climate risk stress testing (CRST) terhadap 50 persen dari total portofolio kreditnya pada tahun 2024.

Inisiatif ini akan diperluas hingga mencakup seluruh portofolio kredit pada tahun 2025.

“Langkah ini mencerminkan kesiapan BNI dalam menghadapi potensi risiko perubahan iklim dan memperkuat ketahanan serta daya saing ekonomi nasional di era ekonomi hijau,” pungkas Okki.

Dengan sederet langkah strategis tersebut, BNI menegaskan komitmennya dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sekaligus berkontribusi nyata terhadap masa depan energi bersih di Indonesia. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Pendanaan #bni #transisi energi #ekspansi #Pembiayaan Hijau #Okki Rushartomo #pertumbuhan #energi hijau #biogas #tenaga air