Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Lotte Bangun Pabrik Petrokimia senilai Rp 64 Triliun, Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Nofilawati Anisa • Jumat, 7 November 2025 | 00:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

Saya Prabowo Subianto, Presiden RI, meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia, berlokasi di Cilegon, Banten.”

Prabowo Subianto
Presiden RI

RADAR SURABAYA BISNIS - Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional PT Lotte Chemical Indonesia sebagai pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara yang berlokasi di Kota Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).

Proyek yang digarap perusahaan asal Korea Selatan ini merupakan pabrik kelima dalam skala global, yang menjadi fasilitas petrokimia modern terbesar di Indonesia.

Prabowo mengatakan, peresmian PT Lotte Chemical Indonesia merupakan prestasi yang membanggakan dan pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung investasi asing.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden RI, meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia, berlokasi di Cilegon, Banten," kata Prabowo.
PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) berdiri di atas lahan seluas 107,8 hektare atau sekitar 1,08 juta meter persegi.

Pembangunannya menelan investasi sekitar USD 4 miliar atau sekitar Rp Rp 64 triliun (asumsi kurs Rp 16.000).

Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Lotte Grup yang berinvestasi di tanah air.

Prabowo mengatakan, Lotte menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia dengan total aset mencapai USD 100 miliar.

Dan total investasi yang diberikan ke Indonesia mencapai USD 4 miliar atau sekitar Rp 64 triliun.

Prabowo juga menyampaikan kekagumannya dengan bangsa Korea dalam mendirikan negara modern dan mengakhiri pemerangan.

"Saya termasuk kagum dengan bangsa Korea, kagum dengan budayanya dan orang-orang yang bekerja keras," tegas Prabowo.

Dalam proyek tersebut, LCI menargetkan kapasitas produksi untuk sejumlah produk petrokimia strategis.

Pabrik ini dirancang memproduksi 1.000 kiloton per tahun (kTA) ethylene, 520 kTA propylene, 350 kTA polypropylene, serta 140 kTA butadiene.

Selain itu, fasilitas tersebut juga akan menghasilkan 400 kTA BTX (benzene/toluene/xylene) dengan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Pabrik kelima setelah di Korea, Meksiko, Amerika Serikat, dan Malaysia ini membuka jejaring global pemasaran bahan kimia dengan total hasil penjualan USD 56 miliar per tahun 2024.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim dengan nilai investasi sebesar USD 4 miliar maka proyek ini menjadi salah satu investasi petrokimia dunia terbesar di Asia Tenggara.

"Jadi proyek ini terbesar di Asia Tenggara. Mereka punya juga ada Lotte di Malaysia. Tapi di sini yang paling besar," ungkap Bahlil.

Bahlil mengatakan bahwa proyek ini dimulai di tahun 2022 dan berhasil mulai beroperasi pada Oktober tahun ini.

Menurutnya, hal ini tak luput dari kolaborasi yang solid antara tenaga ahli Indonesia dan Korea Selatan, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Bahlil juga mengatakan proyek ini dirancang untuk menghasilkan 15 jenis produk utama, termasuk etilana dan propilena.

Produk-produk ini diperlukan untuk menjadi bahan baku bagi industri hilir, seperti peralatan medis, karet, sintetis, kabel listrik, bahan kendaraan serta beragam produk manufaktur yang mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Bahlil mengungkap tantangan besar di balik pembangunan pabrik LCI, yang sempat mangkrak selama 5–6 tahun sebelum akhirnya rampung.

Menurut Bahlil, proyek tersebut sempat terhambat karena masalah lahan dan pandemi Covid-19.

Saat menjabat sebagai kepala badan koordinasi penanaman modal (BKPM), ia membentuk satuan tugas (satgas) investasi untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang memperlambat proyek tersebut.

“Proyek ini waktu kita memulai, minta ampun sulitnya. Jadi di tengah-tengah kawasan ini ada tanah 2,3 hektare yang dimiliki oleh orang lain. Kemudian waktu itu kita selesaikan lewat satgas investasi, tetapi waktu itu juga terkendala Covid-19 dari 2020 sampai 2022,” ungkap Bahlil. (eti/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Lotte Chemical Indonesia #radar surabaya bisnis #asia tenggara #Terbesar #Investasi 1 triliun #cilegon #Prabowo Subianto #presiden