Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 30.000 per Gram, Berikut Daftar Lengkapnya
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, sebanyak 69 bangunan tercatat terdampak akibat gempa tersebut. Kerusakan tidak hanya terjadi di wilayah Pacitan, tetapi juga meluas ke Kabupaten Ponorogo, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Madiun, Trenggalek, Tulungagung, hingga Nganjuk.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, menjelaskan bahwa proses pendataan masih terus berlangsung. Untuk sementara, di wilayah Pacitan tercatat sebanyak 43 bangunan mengalami kerusakan. Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena asesmen di lapangan belum sepenuhnya rampung.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun hingga Rp 28.000 per Gram, Simak Daftar Lengkapnya
Menurut Radite, sebagian besar bangunan yang rusak merupakan rumah warga. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti kantor desa dan sekolah juga ikut terdampak. Kerusakan ringan didominasi oleh genteng yang bergeser atau jatuh, terutama di wilayah Kecamatan Pringkuku. BPBD Pacitan saat ini masih melakukan klasifikasi tingkat kerusakan secara rinci sebelum melaporkannya kepada Bupati Pacitan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa efek gempa magnitudo 6,4 di Pacitan rusak bangunan hingga Ponorogo dan Blitar terjadi di sedikitnya tujuh daerah di Jawa Timur. Secara keseluruhan, dari 69 bangunan yang terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan ringan, disusul kerusakan sedang dan berat.
Baca Juga: Wisata Kebun Binatang Surabaya Digeledah Kejati Jatim
Bangunan yang terdampak meliputi rumah warga, sekolah, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga tempat usaha. Di sektor pendidikan, tiga sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, yakni SDN 3 Tamansari, MI GUPPI, dan SMPN 4 Sudimoro. Selain itu, sejumlah fasilitas publik seperti Kantor PKK, Kantor Terpadu, area pemakaman umum, masjid, gudang penyimpanan, serta sebuah kafe juga mengalami dampak akibat guncangan gempa.
Kabupaten Pacitan menjadi wilayah dengan dampak terparah. Dari total 43 bangunan yang rusak di daerah tersebut, mayoritas mengalami kerusakan ringan, sementara beberapa lainnya masuk kategori rusak sedang dan rusak berat. Selain sektor hunian, fasilitas pendidikan dan kantor pelayanan masyarakat di Pacitan juga ikut terdampak.
Dampak kerusakan juga dirasakan di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Nganjuk, dan Madiun. Di sejumlah wilayah tersebut, dilaporkan adanya rumah warga yang rusak, tempat ibadah yang terdampak, serta fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat getaran gempa.
Selain menimbulkan kerusakan bangunan, gempa Pacitan juga menyebabkan satu warga meninggal dunia. Korban bernama Joko Santoso, 53 tahun, warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, meninggal setelah mengalami syok pascagempa. Korban sempat menyelamatkan diri keluar rumah dan berbincang dengan tetangga, namun saat hendak kembali masuk ke rumah, ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Satriyo menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan diduga mengalami syok berat setelah kejadian gempa. Hingga kini, data dampak kerusakan masih bersifat dinamis dan berpotensi berubah seiring proses verifikasi lanjutan di lapangan.
BPBD Jawa Timur bersama BPBD Pacitan terus melakukan pendataan dan penilaian secara menyeluruh agar penanganan pascabencana, penyaluran bantuan, serta proses pemulihan dapat dilakukan secara tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Editor : Hany Akasah