radarsurabayabisnis.id - Isu ketidakharmonisan pucuk pimpinan daerah kembali menjadi sorotan publik. Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo diminta islah demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kelangsungan pembangunan di Kota Delta.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk berdamai dengan Wakil Bupati Mimik Idayana.
Pernyataan ini disampaikan dalam agenda audiensi bersama belasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sidoarjo, di Ruang OPS Room Setda Sidoarjo, Kamis (5/2) siang.
Baca Juga: Adu Jotos Emak-Emak Cederai Kemeriahan CFD Perdana Alun-Alun Sidoarjo
Bupati Subandi Tegaskan Siap Islah
Dalam pertemuan tersebut, Subandi menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus berada di atas ego pribadi. Ia mengapresiasi dorongan berbagai elemen masyarakat yang menginginkan rekonsiliasi.
“Saya pimpinan daerah, saya cinta Sidoarjo, saya sayang Sidoarjo. Saya islah bagi kita. Ini adalah kado ulang tahun Kabupaten Sidoarjo,” tegas Subandi.
Menurutnya, sudah saatnya polemik internal dihentikan agar roda pemerintahan dan pembangunan tidak terganggu.
Baca Juga: Euforia Alun-Alun Baru Sidoarjo Jadi Wisata Baru Warga, Dishub Atur Lagi Lahan Parkir
Bola Ada di Pihak Wakil Bupati
Meski menyatakan kesiapan untuk berdamai, Subandi menyebut keberhasilan islah kini bergantung pada respons Wakil Bupati Mimik Idayana.
“Kalau islah ini kan tergantung secara pribadi. Bupati sudah, kita terbuka. Lah, tergantung dari wakil,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya telah membuka ruang komunikasi dan siap duduk bersama demi kepentingan masyarakat Sidoarjo.
Janji Jaga Birokrasi Tetap Bersih
Selain membahas soal islah, Subandi juga menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas birokrasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
“Saya pastikan tidak ada main-main dengan proyek, tidak ada jual beli jabatan, tidak ada permainan perizinan,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintahan tetap berjalan profesional meski di tengah dinamika internal.
Aliansi Peduli Sidoarjo Khawatir Pembangunan Terganggu
Di sisi lain, Sekretaris Aliansi Peduli Sidoarjo, Bramada Pratama Putra, mengungkapkan kekhawatiran jika konflik antara pimpinan daerah terus berlarut-larut.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada realisasi program kerja yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
“Kalau tidak islah, pembangunan di Sidoarjo bisa mangkrak. Program-program yang dicanangkan saat kampanye Subandi-Mimik bisa terhenti,” ujar Bramada.
Upaya Mediasi Sudah Dilakukan
Bramada menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya memfasilitasi pertemuan dengan mengirimkan surat kepada kedua belah pihak sejak Selasa (3/2).
Namun, hingga acara audiensi berlangsung, pihak Wakil Bupati belum memberikan konfirmasi kehadiran.
“Untuk tembusan dari Ibu Wakil Bupati sampai saat ini belum ada. Tidak ada konfirmasi,” jelasnya.
Seruan Islah Demi Kepentingan Rakyat
Aliansi yang terdiri dari berbagai Ormas dan LSM, seperti PBB, GRIB KAYA, URC GOJEK, MADAS, LSM LIRA, dan GMBI, sepakat bahwa seruan islah merupakan harga mati.
Mereka menilai, keharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.
Aliansi berharap kedua pimpinan daerah segera berdamai demi menjaga amanah rakyat dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.
Editor : Hany Akasah