Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rute Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) Surabaya Bakal Berubah, Seperti Apa?

Dimas Mahendra • Jumat, 18 April 2025 | 16:16 WIB
MANDEK: Suasana ruas jalan lingkar luar timur (JLLT) di kawasan Tambak Wedi, Surabaya.
MANDEK: Suasana ruas jalan lingkar luar timur (JLLT) di kawasan Tambak Wedi, Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperbaiki sarana infrastruktur di Kota Pahlawan.

Salah satu yang digenjot pembangunannya adalah jalan, karena fasilitas ini mempunyai peran sangat penting.

Penambahan jalan dilakukan untuk menyeimbangkan kebutuhan transportasi yang terus mengalami pertumbuhan, seiring bertambah banyaknya kendaraan bermotor yang keluar masuk Surabaya.

Di sisi timur Surabaya, pemkot mulai menginisiasi Pembangunan Jalur Lingkar Luar Timur alias JLLT.

Pemkot Surabaya saat ini tengah melakukan kajian ulang terkait rencana pembangunan JLLT.

Kajian ini terkait bakal adanya perubahan rute yang akan dilalui jalur alternatif di sekitar area pesisir Surabaya Timur itu.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariyadi saat dikonfirmasi mengungkapkan kalau saat ini memang tengah ada pembahasan mengenai trase JLLT tersebut.

Kajian ini dilakukan lantaran masa penetapan lokasi (penlok) yang sebelumnya sudah habis.

"Iya rencananya begitu (ada perubahan penlok baru untuk rute JLLT). Saat ini tengah dilakukan pengkajian," kata Syamsul pada Radar Surabaya, Kamis (17/4/2025).

Informasi yang dihimpun, masa berlaku penlok yang lama ialah dua tahun. Itulah kenapa, saat ini dilakukan pengkajian ulang.

Kajian penlok baru ini bakal melibatkan sejumlah instansi terkait di tataran Pemkot Surabaya.

Penyesuaian yang akan dilakukan salah satunya seperti penentuan lahan mana saja yang akan digunakan untuk proyek ini.

Dalam perda RTRW yang baru, memang ada perbedaan mencolok pada trase JLLT dan SERR.

Awalnya, JLLT ini akan membentang mulai dari Kawasan Juanda di sisi Selatan hingga ke Tanjung Perak di sisi Utara.

Hanya saja, karena ada Surabaya East Ring Road (SERR), konsep tersebut akhirnya berubah.

Kendati begitu, Syamsul mengaku saat ini masih belum bisa menjelaskan secara detail terkait sejauh mana kajian tersebut berlangsung.

Menurut dia, dinasnya sifatnya hanya pelaksana teknis ketika nanti kajian tersebut telah tuntas dilakukan. "Rincinya ada Bappedalitbang terkait hal ini," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengungkapkan, dalam RTRW Surabaya yang baru, sejumlah proyek strategis sudah diakomodir.

Mulai dari Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT), Surabaya East Ring Road (SERR), hingga tol tengah kota.

Aning mengatakan, untuk JLLT nantinya akan menjadi rute jalur arteri sekunder.

Sementara SERR, penghubung untuk kawasan pesisir. Keduanya sudah fix akan dilanjutkan.

Cuma, untuk tol tengah kota, saat ini masih menjadi kajian di tataran pemerintah kota.

"Jadi ada SERR, maka SERR ini yang dari Juanda sampai ke Tanjung Perak. Sementara JLLT berubah dari Tanjung Perak itu ke perbatasan Surabaya Sidoarjo. Dengan demikian, trase SERR akan bergeser dari Juanda ke Tanjung Perak, kemudian agak ke arah Pamurbaya atau mendekati pesisir," paparnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#infrastruktur #DSDABM Kota Surabaya #jllt #jalur lingkar luar timur #tanjung perak #pemkot surabaya #lokasi #jalan #rute #juanda