radarsurabayabisnis.id - RoboDog karya ITS dapat diperintah dari Barcelona, Spanyol. Inovasi robot anjing otonom ini menjadi bukti kapasitas Indonesia dalam pengembangan robotika dan artificial intelligence (AI) berbasis jaringan 5G dengan latensi ultra-rendah. Demonstrasi teknologi tersebut dilakukan di AI-RAN Research Center Surabaya dan melibatkan kolaborasi strategis antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia, dan NVIDIA.
Baca Juga: Diskon Tarif Tol Mudik Hanya Berlaku Empat Hari, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Kolaborasi empat institusi ini menjadi fondasi lahirnya teknologi robotik canggih yang mampu dikendalikan dari jarak ribuan kilometer secara real-time.
Demonstrasi Langsung: Surabaya–Barcelona Tanpa Jeda
Dalam uji coba yang dilakukan, RoboDog karya ITS dapat diperintah dari Barcelona, Spanyol untuk menjalankan berbagai tugas di Surabaya. Robot menerima instruksi suara manusia, memahami konteks perintah, lalu bergerak untuk memeriksa kondisi lokasi, mendeteksi potensi bahaya, hingga memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Baca Juga: Baru Awal Ramadan, Kue Lumpur Sidoarjo Sudah Ludes 3000 Kue Lebih Per Hari, Ini Rahasianya
Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan bahwa robot ini dibekali kamera dan sensor LiDAR untuk membaca lingkungan sekitar secara real-time. Kombinasi AI dan sensor tersebut memungkinkan RoboDog mengambil keputusan secara presisi meskipun dikendalikan dari jarak ribuan kilometer.
itsBaca Juga: Gandeng AAL, ITS Siap Menjadi Pusat Studi Perang Drone, Ini Alasannya
Kemampuan ini dinilai sangat potensial untuk industri berisiko tinggi seperti pertambangan, energi, keamanan, hingga penanggulangan bencana, di mana keselamatan manusia menjadi prioritas utama.
Peran 5G dan AI-RAN Jadi Kunci Teknologi
Keberhasilan inovasi ini tidak lepas dari dukungan teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network). Infrastruktur jaringan 5G yang disediakan Nokia menjadi tulang punggung konektivitas, sementara NVIDIA menghadirkan komputasi berbasis GPU untuk pemrosesan AI. ITS berperan mengintegrasikan seluruh sistem ke dalam platform robotika yang siap dioperasikan.
VP Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH, Irwan Radius, menegaskan bahwa AI-RAN memungkinkan sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dengan jeda sangat rendah. Dengan pendekatan ini, kecerdasan buatan tidak lagi sepenuhnya diproses di server terpusat, melainkan terintegrasi langsung dalam infrastruktur jaringan 5G.
Baca Juga: Langsung Ramai Penumpang, Commuter Line Surabaya-Probolinggo Mulai beroperasi, Berikut Jadwalnya
Arsitektur ini menghadirkan latensi ultra-rendah yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan AI berbentuk fisik seperti robot otonom dan drone, sehingga respons sistem berlangsung hampir tanpa delay.
Siap Tampil di Mobile World Congress 2026
Inovasi ini dijadwalkan tampil di ajang teknologi global Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona pada Maret mendatang. Partisipasi tersebut menjadi momentum penting karena menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi AI, tetapi juga produsen inovasi berkelas internasional.
Baca Juga: Cara Ubah Ancaman Limbah Tekstil jadj Peluang Ekonomi Sirkular sebagai Transformasi Logistik Donasi
Kehadiran RoboDog di forum global itu diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi AI dan robotika dunia.
Sejalan dengan SDGs dan Industri Masa Depan
Pengembangan RoboDog juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Pendidikan Berkualitas, Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta Kemitraan Global. Partisipasi ITS dalam proyek ini mencerminkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam merancang solusi teknologi yang relevan bagi industri masa depan.
Dengan pencapaian ini, semakin jelas bahwa RoboDog karya ITS dapat diperintah dari Barcelona, Spanyol, menjadi simbol kemajuan riset AI dan robotika nasional yang mampu bersaing di panggung internasional.
Editor : Hany Akasah