Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kunjungi Surabaya, Begini Pujian Menteri Pertanian Andi Amran terhadap Provinsi yang Dipimpin Khofifah Indar Parawansa

Mus Purmadani • Rabu, 24 Desember 2025 | 13:56 WIB
   KOORDINASI: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/12/2025), didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
  KOORDINASI: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/12/2025), didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

RADAR SURABAYA BISNIS – Pertanian Jawa Timur memberikan kontribusi sangat signifikan bagi ketahanan pangan nasional.

Terutama sebagai produsen beras terbesar di Indonesia dan tulang punggung swasembada gula dengan potensi perluasan tebu 70 persen nasional.

Provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini juga sebagai penyumbang komoditas unggulan seperti kopi, cabai, dan buah-buahan, sekaligus menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi pedesaan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengapresiasi kinerja sektor pertanian Jawa Timur yang dinilai konsisten berada di posisi tiga besar nasional, bahkan sejumlah komoditas menempati peringkat pertama di Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya gula.

“Jawa Timur selama ini selalu berada di posisi tiga besar nasional, bahkan beberapa komoditas nomor satu di Indonesia. Ini patut kita apresiasi,” ujar Amran di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/12/2025).

Ia menegaskan, jika Jawa Timur berhasil memenuhi target nasional, maka Indonesia berpeluang besar menghentikan impor gula putih mulai tahun depan.

Hal ini didukung oleh fakta bahwa sekitar 50 persen kebun tebu nasional berada di Jawa Timur.

“Insyaallah, kalau Jawa Timur berhasil secara nasional, tahun depan kita tidak perlu impor gula putih lagi,” tegasnya.

Selain sektor perkebunan tebu, Mentan juga menyoroti kuatnya sektor peternakan Jawa Timur serta kontribusi daerah ini dalam produksi gula dari pabrik gula milik negara.

Pemerintah, kata dia, menargetkan pengembangan kebun tebu seluas 70 ribu hektare di Jawa Timur dari total target nasional 100 ribu hektare.

“Bayangkan, 70 persen dari target nasional ada di Jawa Timur. Sisanya tersebar di Lampung, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Untuk mendukung percepatan program tersebut, Kementerian Pertanian menggandeng Polri dan Kejaksaan dalam pengawalan program sehingga pelaksanaannya berjalan optimal.

Saat ini, kebutuhan lahan minimal mencapai 35 ribu hektare, namun cadangan lahan yang tersedia bahkan mencapai 68 ribu hektare.

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai sekarang dan dilanjutkan pada periode Januari hingga Maret 2026 mendatang.

Secara nasional, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 1,6 hingga Rp 1,7 triliun.

“Jika ini terealisasi, impor gula putih yang saat ini mencapai sekitar 2,68 juta ton bisa dihentikan tahun depan,” ungkap Mentan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor. Untuk Jawa Timur, bantuan traktor minimal mencapai 120 unit dan bisa ditingkatkan hingga 200 unit, dengan nilai anggaran sekitar Rp 100 miliar.

“Ini komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tahun 2026 #pangan #khofifah indar parawansa #menteri pertanian #andi amran sulaiman #gula #pertanian #Provinsi Jawa Timur #impor