Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Data Amerika Serikat Sebut Neraca Perdagangan Mereka Defisit USD 18 Miliar atas Indonesia

Nofilawati Anisa • Selasa, 18 November 2025 | 16:58 WIB

 

PENGOLAHAN: Salah satu komoditas Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat sebagai negara tujuan utama adalah ikan tuna.
PENGOLAHAN: Salah satu komoditas Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat sebagai negara tujuan utama adalah ikan tuna.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus menegaskan komitmen untuk memperkuat iklim investasi dan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap perekonomian nasional.

Dalam berbagai diskusi dengan mitra internasional dan dunia usaha, pemerintah menyoroti pentingnya kolaborasi yang lebih erat untuk mengatasi tantangan berusaha sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan yang semakin besar.

Pemerintah memandang bahwa persepsi mengenai kompleksitas berbisnis di Indonesia, harus dijawab dengan reformasi berkelanjutan, kepastian kebijakan, serta kemitraan yang solid antara pemerintah dan sektor swasta, baik domestik maupun global.

Dengan fondasi ekonomi yang terus menguat, Indonesia diyakini mampu menjadi destinasi investasi yang semakin kompetitif dan menarik di kawasan. Salah satu mitra strategis Indonesia dalam menjalin kerja sama ekonomi yakni Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, AS telah menjadi mitra strategis Indonesia dan RI telah berupaya untuk mendapatkan dukungan Negeri Paman Sam terhadap lingkungan bisnis di Indonesia.

“Dan kami memahami bahwa di masa lalu sebagian besar investasi besar berasal dari industri ekstraktif dan akhir-akhir ini juga pada ekonomi digital yang dibutuhkan oleh Indonesia,” ungkap Airlangga dalam keterangannya, Selasa (18/11).

Berdasarkan data nasional, ekspor Indonesia ke AS tercatat mencapai USD 26,4 miliar, sementara impor berada pada kisaran USD 12 miliar, sehingga menghasilkan surplus perdagangan sebesar USD 14 miliar.

Sementara itu, menurut data Pemerintah AS, defisit mereka tercatat sebesar USD 18 miliar.

Untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan, RI dan AS tengah menyiapkan sejumlah kesepakatan komersial strategis.

Di antaranya rencana peningkatan impor energi dari AS senilai USD 15 miliar dan pembelian produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar.

“Upaya ini secara efektif akan menyeimbangkan posisi perdagangan kedua negara,” sambungnya.

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan mengenai kerja sama pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) oleh Exxon.

Indonesia berharap proyek CCS dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Selain itu, Airlangga juga menyebutkan terkait dengan peresmian proyek kilang di Cilegon senilai USD 4 miliar oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menjadi tonggak penting kemandirian dan hilirisasi industri nasional.

Pemerintah juga menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah melanjutkan proses negosiasi dengan AS dan diharapkan kesepakatan kerja sama tersebut dapat segera ditandatangani.

“Pemerintah menekankan pentingnya finalisasi perjanjian tersebut untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan membuka peluang investasi yang lebih luas bagi kedua negara,” tegas Airlangga.

“Jadi saya pikir penting bagi Indonesia bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih dapat mengelola pertumbuhan 5 persen pada kuartal ketiga, dan sebenarnya Indonesia dalam 7 tahun terakhir pertumbuhan sebesar 5 persen,” imbuhnya. (nis/opi)

Indonesia – AS Kian Mesra

*Ekspor RI ke AS USD 26,4 miliar
*Impor RI dari AS USD 12 miliar
*Surplus RI atas AS USD 14,4 miliar
*Data AS menyebut mereka defisit USD 18 miliar

*Upaya penyeimbangan neraca perdagangan:
1. Peningkatan impor energi dari AS USD 15 miliar
2. Pembelian produk pertanian USD 4,5 miliar
3. Kerja sama pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) oleh Exxon

 

Editor : Nofilawati Anisa
#neraca perdagangan #radar surabaya bisnis #surplus #ekspor #indonesia #amerika serikat #defisit #impor