Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspor Kopi Jatim Tembus Rp 1,64 Triliun, Disperindag Upayakan Peningkatan Kualitas Roasting

Mus Purmadani • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:37 WIB
PANEN: Jawa Timur masuk empat besar produsen kopi nasional dengan luas areal 122.623 hektare dan produksi mencapai 78.688 ton dan berkontribusi pada ekspor kopi se-Jawa.
PANEN: Jawa Timur masuk empat besar produsen kopi nasional dengan luas areal 122.623 hektare dan produksi mencapai 78.688 ton dan berkontribusi pada ekspor kopi se-Jawa.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kinerja ekspor komoditas unggulan Jawa Timur terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, ekspor kopi dari Januari hingga April 2025 mencapai USD 99,5 juta atau setara Rp 1,64 triliun.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Erivina Lucky Kristian mengatakan, capaian ini menunjukkan potensi besar kopi Jatim di pasar global.

“Negara tujuan ekspor utama meliputi kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Mayoritas produk yang diekspor masih berupa green bean atau biji kopi mentah yang belum di-roasting,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Lucky menambahkan, pihaknya mendorong peningkatan kualitas roasting biji kopi melalui pembinaan dan pelatihan bagi para pelaku industri kecil menengah (IKM) kopi.

“Dengan peningkatan nilai tambah melalui proses roasting yang lebih baik, nilai ekspor kopi Jatim diharapkan akan meningkat signifikan,” katanya.

Tercatat 86 persen ekspor kopi Jawa dikirim melalui pelabuhan Jawa Timur, dengan kontribusi hampir 48 persen dari total produksi kopi Jawa.

Jawa Timur masuk empat besar produsen kopi nasional dengan luas areal 122.623 hektare dan produksi mencapai 78.688 ton dan berkontribusi pada ekspor kopi se-Jawa.

Produksi itu terbagi atas robusta yang berkembang di dataran menengah–rendah serta arabika yang tumbuh di dataran tinggi dan memiliki potensi premium untuk ekspor.

Beberapa sentra utama kopi Jatim di antaranya Bondowoso dengan Java Ijen Raung Coffee, Jember yang menjadi pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka), serta Malang, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi.

Selain kopi, lanjut Lucky, Jatim juga mencatat kinerja ekspor yang menarik pada sektor peternakan. Selama periode Januari–April 2025, ekspor ayam hidup dari Jatim mencapai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,67 miliar dengan tujuan Singapura.

“Jenis ayam yang diekspor berupa ayam bibit (breeding fowl) dari jenis Gallus domesticus atau ayam domestik yang biasa diternakkan untuk diambil daging maupun telurnya,” jelas Lucky.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Disperindag terus berupaya memperkuat daya saing produk ekspor unggulan daerah.

Bbaik melalui peningkatan kualitas produk, pembinaan pelaku usaha, maupun perluasan pasar ekspor baru di berbagai negara. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#situbondo #jawa timur #disperindag #kontribusi #pasuruan #kopi #ekspor #pasar global #roasting #kualitas #malang #banyuwangi