RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada pangan nasional lima tahun mendatang atau di tahun 2025.
Belakangan, target swasembada itu dipercepat dua tahun. Artinya di tahun 2026 nanti, Indonesia harus sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri tanpa harus melakukan impor.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, meminta Perum Bulog untuk segera mempersiapkan diri dalam menghadapi musim panen raya yang diperkirakan akan terjadi pada Februari 2025.
Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menekankan pentingnya penyerapan hasil panen petani agar para petani tidak mengalami kerugian, terutama jika harga gabah jatuh akibat tidak ada yang membeli.
“Kami mohon Bulog untuk siap siap banjir beras tahun depan. Jangan sampai petani sudah kita push produksi tapi tidak ada yang nyerap, apalagi harga jatuh,” kata Wamentan Sudaryono dalam keterangannya yang ditulis, Minggu (29/12/2024).
Menurut Sudaryono, penyerapan gabah petani sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan mereka.
Wamentan mengingatkan agar pembahasan terkait penyerapan panen raya dilakukan secara serius untuk memastikan proses berjalan lancar.
“Saya kira ini sangat penting dan bisa dibahas lebih lanjut agar serapan prodiksi gabah berjalan dengan sangat baik,” tambahnya.
Sudaryono juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan benih, pupuk, dan sarana produksi pangan lainnya untuk mendukung percepatan swasembada pangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempermudah distribusi pupuk melalui kebijakan yang lebih sederhana, di mana mulai 1 Januari 2025, pupuk akan disalurkan hingga Desember 2025.