SURABAYA - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, selain mendistribusikan pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian, tahun 2020 Pemprov Jatim tercatat pernah mendistribusikan pupuk cair secara gratis kepada para petani.
"Bantuan pupuk cair sebanyak 99.155 liter senilai Rp 9 miliar lebih itu didistriusikan kepada 620 kelompok tani seluruh Jawa Timur. Jumlah itu belum termasuk bantuan pupuk gratis untuk tanaman perkebunan," ujarnya, Rabu (9/10).
Heru menegaskan, pupuk subsidi memang dari pemerintah pusat, akan tetapi Pemprov Jatim pernah memberikan pupuk gratis kepada petani.
"Jawa Timur sebagai provinsi berstatus lumbung pangan nasional, kami ingin memberikan perhatian lebih kepada petani," katanya.
Heru mengaku selain pupuk gratis, bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) juga setiap tahun diberikan kepada kelompok tani, seperti alat transplanter, hand traktor, dan pompa air.
Total ada 1.500 unit lebih alat yang diberikan, kepada ribuan kelompok tani.
Pemprov Jatim bersama Kementerian Pertanian juga memberikan jaminan asuransi bagi petani yang mengalami gagal panen.
"Nilai pertanggungan yang akan diterima petani jika sawahnya mengalami 70 persen kerusakan adalah sebesar Rp 6 juta per hektare. Sejak 2019, klaim ansuransi tersebut dimanfaatkan oleh 2,3 juta petani di Jatim dengan total luasan lahan lebih dari 1,5 juta hektare," jelasnya.
Semua upaya tersebut, lanjut Heru, membuahkan hasil. Hingga kini, Jatim masih mampu mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di Indonesia selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2020 – 2023.
"Jawa Timur berkontribusi sebesar 17,99 persen terhadap produksi padi nasional. Capaian produksi padi Jawa Timur tahun 2023 mencapai 9,7 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan beras sebesar 5,6 juta ton," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa