SURABAYA - Pemkot Surabaya melakukan berbagai upaya dan menggulirkan program untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta mengurangi pengangguran, dan mensejahterakan warga Surabaya.
Salah satunya yakni melalui kebijakan program padat karya yang mulai digulirkan tahun lalu.
Program bantuan usaha itu tampaknya berhasil menstimulus kesejahteraan masyarakat. Pasalnya penyerapannya sudah mencapai puluhan ribu tenaga kerja.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sasaran program itu adalah warga miskin (gakin).
Sehingga, kebijakan itu bertujuan mengentaskan kemiskinan yang ada di Kota Pahlawan. Sekaligus menuntaskan persoalan gizi buruk dan stunting.
“Jadi, jumlah warga miskin itu harus terus berkurang. Bagaimana caranya? Pemkot Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya dan stakeholder saling bersinergi untuk mengentas kemiskinan itu. Salah satunya melalui program Padat Karya ini,” ujar wali kota yang akrab dispa Cak Eri ini, Kamis (11/1).
Hingga sekarang, sudah banyak jenis usaha yang dilakukan melalui padat karya itu. Di antaranya, usaha cuci mobil, laundry, menjahit, pembuatan paving, budidaya perikanan dan pertanian, rumah produksi batik, kafe, sentra wisata kuliner, dan jenis usaha lainnya.
Katanya, pemkot pun memberikan pelatihan dan mengintervensi dalam belum penyediaan alat usaha.
"Lalu akan dievaluasi secara berkala setiap bulan terkait pendapatan dan kendala yang dihadapi selama menjalankan usahanya itu. Melalui program ini, sudah ribuan warga miskin yang bisa bekerja lagi,” ucap Eri.
Selama 2023, pemkot gencar mengoptimalkan program itu. Respons masyarakat pun positif dengan inisiasi Cak Eri itu. Sehingga, total penyerapan melalui padat karya mencapai 36.194 tenaga kerja.
"Ada beberapa strategi intervensi yang kita lakukan untuk warga miskin di Kota Surabaya ini," terangnya.
Cak Eri mengatakan, pemkot pun mengintervensi melalui penyaluran bekerja berupa penempatan tenaga kerja secara formal maupun informal.
Beberapa bentuk penyaluran bekerja itu adalah penyaluran bekerja pada Perangkat Daerah Pemkot Surabaya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah.
Selain itu, penyaluran bekerja hasil komitmen kemitraan yang dijalin oleh Perangkat Daerah dengan perusahaan yang ada di Surabaya.
"Penyaluran pekerja sesuai peluang kerja di masing-masing wilayah domisili keluarga miskin. Misalnya, menjadi petugas air isi ulang, jasa asisten rumah tangga, baby sitter, hingga pengantar paket dan sebagainya,” tuturnya.
“Jadi, jumlah intervensi padat karya melalui bantuan usaha dan penyaluran bekerja selama tahun 2023,” imbuhnya.
Menurutnya, posisi pemkot sebagai fasilitator. Yaitu bertugas untuk menunjang kegiatan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Sekaligus menaikkan taraf hidup warga.
"Dalam menjalankan program ini, saya meminta semua pihak meninggalkan ego sektoral serta harus memiliki rasa kebersamaan dan gotong royongnya, sehingga ekonomi kerakyatan Surabaya bisa terus digerakkan," beber Eri.
Wali Kota Eri menegaskan bahwa pada 2024, program padat karya akan terus dilanjutkan.
Katanya, banyak hal yang bisa digenjot melalui program tersebut tahun ini. Salah satunya kebutuhan daging di perhotelan.
“Jadi, nanti yang suplai daging di hotel-hotel itu ya pemkot melalui program padat karya. Makanya, warga miskin nanti harus siap bekerja yang seperti ini. Bisa pula yang pemuda-pemudanya nanti mencetak map-map pemkot dan bisa juga bikin usaha sablon, Insya Allah itulah yang akan terus kita lakukan di tahun 2024,” imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Nurista Purnamasari