RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan kebijakan wajib melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi setiap penyelenggara acara (event) di Kota Pahlawan.
Kebijakan ini diberlakukan guna memastikan berbagai agenda berskala regional, nasional, hingga internasional mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan, khususnya di sektor wisata olahraga (sport pariwisata). Menurutnya, sektor ini menyimpan potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian kota.
Baca Juga: Diakui Dunia di Sidang PBB, Transaksi QRIS Antarnegara Cetak Surplus Rp4,17 Triliun bagi Indonesia
"Sebagai tujuan yaitu sport pariwisata, kami selalu mendukung karena ini akan berdampak sangat luar biasa baik pertumbuhan ekonomi, okupansi hotel, dan sebagainya," kata Herry di Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Salah satu agenda olahraga terdekat yang digelar adalah Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K pada Minggu (27/9/2026).
Ajang lari yang mengambil titik mulai (start) di halaman Balai Kota Surabaya tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75 Persen, Pertumbuhan Kredit dan Transaksi QRIS Melesat
Herry menuturkan, kedatangan peserta dari luar kota secara otomatis menciptakan perputaran uang melalui kebutuhan akomodasi, transportasi, hingga wisata kuliner selama mereka berada di Surabaya.
"Karena mereka datang ke sini tidak hanya ikut lari, pastinya akan menikmati destinasi kuliner, dan lain sebagainya," ujarnya.
Agar manfaat ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh warga, Pemkot Surabaya mewajibkan setiap penyelenggara acara untuk berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya.
Baca Juga: Krisis Listrik Hijau Bayangi Dunia, RI Tawarkan Pasokan EBT Melimpah untuk Industri Data Center
Langkah ini membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk dan meningkatkan omzet mereka dibandingkan hari biasa.
"Karena setiap penyelenggara, pemerintah kota itu menjamin berkolaborasi dengan Dinkopumdag Surabaya. Jadi memasukkan UMKM wajib hukumnya," tegas Herry.
Lebih lanjut, Herry mengajak masyarakat melihat penyelenggaraan sebuah acara dari sudut pandang dampak ekonomi berantai (multiplier effect), bukan semata-mata dari potensi kepadatan lalu lintas yang ditimbulkan sementara.
Baca Juga: Jadi Incaran Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Purbaya-Perry
Di samping fokus pada pemberdayaan ekonomi, Pemkot Surabaya juga memberikan dukungan penuh pada kesiapan teknis dan infrastruktur jalur lintasan acara.
Disbudporapar telah berkoordinasi bersama perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), guna memeriksa kelayakan jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang rute peserta.
Tingginya minat penyelenggara dari luar daerah, termasuk dari Jakarta, untuk menggelar acara di Surabaya dinilai menjadi bukti tingginya kepercayaan terhadap Kota Pahlawan. Herry berharap berbagai kegiatan positif ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan terus menghadirkan pembaruan konsep.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.905 per Dolar AS, Volatilitas Pasar Valas Berlanjut
"Saya rasa kalau olahraga tidak pernah ada matinya. Makanya setiap ada kegiatan, apa sih yang membedakan tahun ini dengan tahun kemarin, misalnya. Nah, itu selalu saya tanyakan, jika sudah menyelenggarakan yang kedua untuk ketiga kalinya harus ada sesuatu yang berbeda," pungkasnya.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis