Intip Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Darat Terbesar Kedua di Dunia Resmi Dipamerkan

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:57 WIB
KOLEKSI BARU: Pengurus KBS dan perwakilan iZoo berfoto bersama kura-kura raksasa Aldabra, Selasa (1/9/2026).
KOLEKSI BARU: Pengurus KBS dan perwakilan iZoo berfoto bersama kura-kura raksasa Aldabra, Selasa (1/9/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS - Kebun Binatang Surabaya (KBS) secara resmi menghadirkan koleksi satwa baru, yakni empat ekor kura-kura raksasa Aldabra (Aldabrachelys gigantea). 

Kehadiran reptil eksotis asal Jepang ini menjadi momen bersejarah, karena merupakan yang pertama kalinya sejak KBS berdiri.

Kura-kura yang habitat aslinya berada di Atol Aldabra, Seychelles ini dikenal luas sebagai salah satu spesies kura-kura darat terbesar di dunia setelah kura-kura Galapagos. Panjang satwa ini dapat mencapai sekitar satu meter dengan bobot melebihi 100 kilogram.

Baca Juga: Kementan Siapkan Anggaran Rp28 Triliun, Fokus Pertahankan Swasembada dan Hilirisasi 2027

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan antusiasmenya atas penambahan koleksi satwa tersebut.

“Selama KBS berdiri, kami belum pernah memiliki kura-kura Aldabra. Ini merupakan pertama kalinya kami mendatangkan satwa jenis tersebut,” ujar Nurika pada Selasa (1/9/2026).

Keempat satwa yang didatangkan terdiri dari satu ekor jantan dan tiga ekor betina. Ukurannya sangat mengesankan; sang jantan memiliki bobot sekitar 109 kilogram dengan perkiraan usia 40 tahun. Sementara itu, ketiga betinanya memiliki bobot berkisar antara 80 hingga 90 kilogram dengan rentang usia 25 hingga 30 tahun.

Baca Juga: Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari, Anggaran Rp72 Miliar Disiapkan

Selain ukurannya yang raksasa, kura-kura Aldabra juga memiliki keistimewaan umur yang sangat panjang. Dalam kondisi optimal, satwa herbivora ini mampu bertahan hidup hingga lebih dari 100 tahun.

Kehadiran koleksi baru ini merupakan hasil kerja sama strategis antara KBS dengan iZoo, sebuah lembaga konservasi yang berlokasi di Shizuoka, Jepang. 

Sebelum dipamerkan kepada publik, keempat kura-kura tersebut telah tiba di Indonesia sejak pertengahan Juli 2026 dan harus melewati serangkaian proses karantina serta pembiasaan lingkungan.

Baca Juga: Usung Semangat Move Energy Forward, Patra Logistik Kelola Lebih dari 4.000 Mobil Tangki

"Setelah seluruh proses selesai dan dinyatakan siap, keempatnya baru diperkenalkan kepada pengunjung," jelas Nurika.

Penambahan satwa ini tidak hanya ditujukan sebagai daya tarik wisata semata, tetapi juga dirancang untuk memperkuat fungsi KBS sebagai lembaga konservasi serta sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Ke depan, langkah kolaborasi dengan iZoo tidak akan berhenti pada kura-kura Aldabra. KBS merencanakan program lanjutan untuk mendatangkan sejumlah satwa lain dari Jepang guna melengkapi ekosistem edukasi mereka, mulai dari monyet Jepang, jerapah, hingga panda merah.

Baca Juga: Hampir 90 Persen Warga Deltasari Pakai Jargas, PGN Perkuat Edukasi Keamanan di Sidoarjo Mojokerto

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
kbs surabaya kura-kura jepang wisata edukasi hewan