RADAR SURABAYA BISNIS – Ube dan ubi ungu kerap dianggap sama karena sama-sama berwarna ungu dan populer sebagai bahan dessert, mulai dari es krim, kue, hingga minuman kekinian. Padahal, keduanya merupakan dua bahan pangan yang sama sekali berbeda, baik dari segi taksonomi, morfologi, maupun kandungan gizinya.
Dari segi taksonomi, ube atau purple yam memiliki nama ilmiah Dioscorea alata L. dari famili Dioscoreaceae. Sementara itu, ubi ungu lokal yang biasa dikonsumsi di Indonesia memiliki nama ilmiah Ipomoea batatas L. dari famili Convolvulaceae, sehingga keduanya sebenarnya berasal dari kelompok tanaman yang berbeda.
Ahli plant breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof. Agung Karuniawan, menjelaskan ube merupakan tanaman merambat dengan batang bersudut bersayap yang dapat mencapai panjang sekitar 10 meter, serta daun lebar berbentuk seperti hati.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Siswa TK hingga SMP di Pekanbaru Dialihkan Belajar Daring
"Tanaman ini secara alami membutuhkan media untuk merambat atau dapat diarahkan menggunakan lanjaran atau penyangga. Ube juga dapat menghasilkan bulbil atau umbi udara pada ketiak daun," jelas Prof. Agung kepada detikcom, Kamis (20/8/2026).
Berbeda dengan ube, ubi ungu merupakan tanaman menjalar yang batangnya tumbuh mendatar di permukaan tanah. Prof. Agung menjelaskan bagian yang dipanen dari ubi ungu adalah akar yang mengalami pembengkakan menjadi umbi akar, bukan umbi batang seperti pada ube.
"Jadi, walaupun sama-sama menghasilkan organ penyimpan karbohidrat di dalam tanah, struktur dan mekanisme pertumbuhannya berbeda," ujarnya.
Baca Juga: Resmi Berlaku, Aturan Baru Kemendag Bikin Kuota Ekspor Pisang dan Nanas ke Jepang Melonjak
Soal kandungan gizi, keduanya sama-sama kaya serat pangan dan antioksidan alami yang memberi pigmen warna ungu, namun berbeda pada kandungan karbohidratnya.
Ube memiliki kandungan karbohidrat 27 gram dan serat 4,0 gram, dengan kalori berkisar 120-140 kkal per 100 gram. Sementara itu, ubi ungu mengandung karbohidrat 20 gram dan serat 3,0-3,3 gram, dengan kalori sekitar 85-87 kkal per 100 gram.
Karena perbedaan struktur pertumbuhannya, budidaya ube dinilai relatif lebih rumit dibandingkan ubi ungu maupun jenis ubi jalar lainnya yang tumbuh menjalar di permukaan tanah.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis