Genjot Pariwisata, Pemkot Surabaya Integrasikan Konsep MICE dan City Tour

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Warga menikmati suasana pagi di kawasan Kota Lama Surabaya yang terus direvitalisasi oleh Pemkot.
Warga menikmati suasana pagi di kawasan Kota Lama Surabaya yang terus direvitalisasi oleh Pemkot.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berinovasi untuk mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Salah satu langkah strategis yang kini tengah digencarkan adalah mengintegrasikan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dengan berbagai destinasi wisata unggulan di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menyampaikan bahwa Surabaya sejak lama memiliki keunggulan sebagai kota perdagangan dan jasa. Hal ini didukung oleh banyaknya fasilitas hotel dan ruang pertemuan yang memadai untuk penyelenggaraan MICE.

Baca Juga: Aplikasi Google Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Susul Pencapaian ChatGPT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Surabaya pada Juni 2026 mencapai 53,00 persen, berada di atas rata-rata TPK Jawa Timur yang tercatat 38,57 persen. 

Namun, Rata-rata Lama Pemeliharaan Tamu (RLMT) masih berada di angka 1,38 malam, yang berarti tamu umumnya hanya menginap satu hingga dua malam.

"Selama ini peserta MICE yang datang cenderung memiliki pola kunjungan singkat, yakni menghadiri rapat lalu kembali ke daerah asal. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya memberikan tawaran agar mereka menginap lebih lama dengan menjual paket-paket wisata di destinasi wisata," ujar Herry, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Nilai Tukar Petani 2026 Cetak Rekor Tertinggi

Revitalisasi Destinasi dan Paket Kolaborasi

Untuk mendukung ekosistem MICE yang terintegrasi ini, Pemkot Surabaya terus mematangkan revitalisasi sejumlah kawasan wisata ikonik, seperti Sungai Kalimas dan kawasan Kota Lama. 

Selain itu, Kebun Raya Mangrove (KRM) juga disiapkan karena memiliki fasilitas auditorium yang dapat difungsikan sebagai lokasi pertemuan.

Sebagai bentuk pelayanan maksimal, Disbudporapar tengah menyiapkan ragam side event dan city tour yang dikemas dalam paket bundling. Program ini dikolaborasikan secara langsung dengan hotel-hotel penyedia fasilitas MICE.

Baca Juga: DPRD Jatim Harapkan Pemprov Siapkan Solusi Permanen Hadapi Kekeringan El Nino

"Jadi kita bisa berkolaborasi dengan hotel-hotel. Misalnya mereka mengadakan MICE di hotel A, lalu kita coba tawarkan paket wisata ini dengan harga yang terjangkau. Kita bundling agar menjadi satu kesatuan utuh," jelas Herry.

Melalui kemitraan penyediaan bus pariwisata dan paket kolaborasi ini, Pemkot Surabaya berharap peserta MICE mendapatkan pengalaman kunjungan yang komprehensif. 

Langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kuliner lokal, sejalan dengan proses uji petik Surabaya sebagai kota kuliner oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Lewat Raperda Baru, DPRD Jatim Siap Kembangkan Potensi Wisata Kesehatan Herbal

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
mice city tour Disbudporapar wisata surabaya