RADAR SURABAYA BISNIS – Sebanyak 100 penari perwakilan Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan tampil mewakili daerah di Istana Negara, Jakarta, pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Rombongan penari yang mayoritas berasal dari Kabupaten Tulungagung ini dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Selasa (11/8/2026).
Selain Tulungagung, sejumlah penari juga merupakan perwakilan dari Blitar, Kediri, Malang, dan Trenggalek. Mereka bersiap memberikan penampilan terbaik dalam durasi sekitar lima menit di hadapan para tamu negara.
Baca Juga: Lantik BAZNAS Jatim 2026-2031, Khofifah Targetkan Zakat Bikin Warga Mandiri
Koreografer Harmoni Jawa Timur, Hapsari Mustika Ningrum, menjelaskan bahwa penampilan tersebut akan mengusung kolaborasi dari lima tarian khas Jawa Timur. Kelima tarian tersebut meliputi Tari Remo, Jaripah, Topeng Malang, Jaranan Senterewe, dan Tari Glipang.
"Tarian ini akan dikolaborasikan sedemikian rupa seindah mungkin, dengan musik yang sudah dipersiapkan oleh dinas provinsi. Alhamdulillah, prosesnya berjalan dengan baik," ujar Hapsari, Sabtu (9/8/2026).
Untuk memaksimalkan penampilan berdurasi singkat tersebut, Hapsari bersama empat koreografer lainnya melatih para penari secara intensif setiap hari, mulai sore hingga malam.
Baca Juga: Menteri UMKM: Perpres Transportasi Digital Segera Terbit, Pengemudi Ojol Jadi Usaha Mikro
Sebelum resmi diberangkatkan, hasil latihan ini menjalani proses kurasi ketat oleh tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memastikan kualitas dan kesiapan performa di Istana Negara.
Dari seratus penari yang terpilih, terdapat satu nama yang menarik perhatian, yakni Damar Wishnu Dewangga (9). Siswa kelas 4 di SDN 4 Kampungdalem, Tulungagung, ini menjadi penari termuda dalam rombongan tersebut.
Pada penampilannya nanti, Wishnu akan membawakan tarian Jaranan Senterewe yang dilengkapi dengan atraksi akrobatik koprol andalannya
Baca Juga: Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Instruksikan Pemangkasan Struktur BUMN
"Alhamdulillah senang dan bangga bisa ke Jakarta," tutur Wishnu.
Bakat tarinya sudah mulai diasah sejak ia duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Kemampuan ini tak lepas dari didikan kedua orang tuanya yang juga memiliki latar belakang sebagai seniman jaranan.
Sebelum menembus panggung nasional di Istana Negara, Wishnu tercatat telah menorehkan berbagai prestasi di bidang seni tari, baik di tingkat Kabupaten Tulungagung maupun Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo Meluas Capai 742 Hektare, Ancam Permukiman Warga dan Wisata Ditutup Total
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis