Martabak Kotak Viral di Surabaya, Berawal dari Rebutan Potongan Kini Antrean Mengular

Andy Satria • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:43 WIB
INOVASI: Abraham Christopher menunjukkan proses pembuatan martabak kotak buatannya di kawasan Kapas Krampung.
INOVASI: Abraham Christopher menunjukkan proses pembuatan martabak kotak buatannya di kawasan Kapas Krampung.

radarsurabayabisnis.id - Martabak manis atau terang bulan selama ini identik dengan bentuk bulat. Namun, sebuah inovasi kuliner di Surabaya sukses mencuri perhatian. Mar Kotak Surabaya menghadirkan martabak berbentuk persegi yang membuat setiap potongan memiliki ukuran lebih merata. Konsep unik ini pun langsung viral di media sosial dan diburu para pencinta kuliner.

Usaha yang baru beroperasi sejak 1 Juli 2026 itu merupakan milik Abraham Christopher. Meski tergolong pendatang baru, Mar Kotak Surabaya berhasil menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan pengalaman menikmati martabak yang berbeda dari biasanya.

Baca Juga: Geser Popularitas Matcha, Demam Ube Ungu Kini Merambah jadi Tren Kuliner 2026

Berawal dari Pengalaman Masa Kecil

Abraham mengungkapkan ide membuat martabak berbentuk kotak muncul dari pengalaman sederhana saat masih kecil. Ketika menikmati terang bulan bersama saudara, ia sering melihat ukuran potongan yang tidak sama sehingga memunculkan rasa iri.

"Sejak kecil saya memang suka terang bulan. Dulu saya dan saudara sering saling cemburu karena ada yang mendapat potongan lebih kecil. Dari pengalaman itu akhirnya muncul ide membuat martabak berbentuk kotak agar hasil potongannya lebih merata," ujarnya, Selasa (28/7).

Ketertarikannya terhadap kuliner tersebut sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah. Pada waktu luang, Abraham kerap bereksperimen membuat martabak sendiri hingga akhirnya memutuskan membuka usaha dengan konsep yang belum banyak ditemui di Surabaya.

Baca Juga: Kisah Restoran Hankow, Kuliner Elite Surabaya Era 1930-an yang Kini Tinggal Kenangan

Selain bentuk persegi, Mar Kotak Surabaya menawarkan beragam pilihan adonan seperti pandan, red velvet, dan black forest. Sementara untuk topping tersedia puluhan varian yang dapat dipilih sesuai selera pelanggan.

Salah satu menu favorit adalah martabak pandan dengan topping pisang. Tak hanya itu, Abraham juga menghadirkan menu spesial bernama Black Mamba, yakni martabak berwarna hitam dengan resep khusus yang menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk menu martabak telur, ia menambahkan sentuhan berbeda berupa cuko khas pempek sebagai pelengkap. Kombinasi tersebut menghadirkan cita rasa yang unik dibandingkan martabak telur pada umumnya.

Viral, Pembeli Rela Antre Berjam-jam

Popularitas Mar Kotak Surabaya meningkat pesat setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Pada masa awal pembukaan, tingginya antusiasme masyarakat membuat antrean pembeli mencapai dua hingga tiga jam.

Menurut Abraham, panjangnya antrean bukan hanya karena tingginya minat masyarakat, tetapi juga keterbatasan peralatan produksi. Loyang berbentuk kotak saat itu masih harus dibuat melalui pemesanan khusus sehingga kapasitas produksi belum maksimal.

"Awalnya memang antreannya sangat panjang karena kami masih kesulitan mendapatkan loyang kotak. Sekarang setelah melakukan pengembangan, waktu tunggu pembeli rata-rata sekitar 30 menit," katanya.

Tekstur Lebih Lembut Berkat Loyang Kotak

Abraham menjelaskan keunggulan martabak kotak tidak hanya terletak pada tampilannya. Bentuk loyang persegi menghasilkan rongga adonan yang lebih banyak sehingga tekstur martabak menjadi lebih mengembang, lembut, dan merata.

Meski menggunakan resep adonan yang sama, proses pemanggangan dengan loyang kotak memberikan karakter yang berbeda dibandingkan martabak bulat.

Seluruh proses produksi juga masih dilakukan secara handmade dengan menjaga standar kebersihan dan kualitas bahan baku. Abraham berharap inovasi sederhana ini dapat memberikan pengalaman baru bagi pecinta martabak sekaligus menjadi salah satu destinasi kuliner viral di Surabaya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
Martabak Kotak Martabak Kotak Surabaya Mar Kotak Surabaya Martabak Viral kuliner surabaya