Gedor Pasar Wisata Domestik, Pemerintah Bidik Tren Open Trip

Hany Akasah • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 14:33 WIB
WISATAWAN: Keseruan bermain banana boat di wisata Indonesia. (FOTO: IST)
WISATAWAN: Keseruan bermain banana boat di wisata Indonesia. (FOTO: IST)

RADAR SURABAYA BISNIS — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya memperkuat ekosistem pariwisata nasional sekaligus memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat. 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Sales Mission (Misi Penjualan) Wisata Open Trip Pasar Domestik melalui ajang Open Trip Table Top 2026 di The Jogja Hotel & Conference Center, Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini menjadi forum bisnis yang dirancang untuk mempertemukan para pelaku industri pariwisata dengan pembeli potensial guna membangun jejaring kerja sama dan menciptakan peluang transaksi konkret secara berkelanjutan.

Baca Juga: Sisa Kuota Internet Hak Milik Konsumen, MK Larang Dihanguskan serta Minta Pemerintah dan Operarator Sesuaikan Tarif

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi *pilot project* Kemenpar dalam membangun ekosistem pariwisata domestik yang kompetitif melalui pengembangan paket perjalanan bersistem open trip.

"Kegiatan ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata yang ringan, variatif, dan kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik serta memiliki lebih banyak pilihan untuk berwisata #DiIndonesiaAja," ujar Menpar Widiyanti dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Widiyanti, konsep *open trip* memberikan fleksibilitas tinggi bagi wisatawan karena menyediakan alternatif jadwal, rute, fasilitas, serta harga terjangkau yang telah ditetapkan penyelenggara. 

Baca Juga: Komitmen Keselamatan Kerja, TPK Teluk Lamong Dorong Sinergi Budaya K3 Bersama Mitra Strategis

Model perjalanan ini dinilai adaptif untuk berbagai segmen pasar, mulai dari perorangan, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga kegiatan korporasi seperti *outing* dan *gathering*.

Langkah penguatan bisnis pariwisata ini sejalan dengan tren positif pergerakan wisatawan nusantara (wisnus). Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah perjalanan wisnus sepanjang tahun 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Trend positif ini berlanjut pada periode Januari–Mei 2026 yang menembus 523,22 juta perjalanan, naik 2,86 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Bantu UMKM Naik Kelas, BI Perluas Akses QRIS dan BI-FAST untuk Pedagang Kecil

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menambahkan bahwa ajang ini dirancang khusus untuk menghasilkan kerja sama bisnis yang efektif dan tepat sasaran.

"Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata variatif dengan beragam pengalaman menarik sehingga mampu menjawab kebutuhan berbagai segmen pasar yang terus berkembang, khususnya generasi muda," jelas Ni Made.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, menyebutkan bahwa Misi Penjualan di Yogyakarta melibatkan 16 sellers terpilih dan 45 buyers potensial dari berbagai daerah. Format table top meeting memungkinkan interaksi bisnis berlangsung lebih fokus dan produktif.

Baca Juga: Mewah Tapi Murah, Madrasah di Pamekasan Ini Terapkan Konsep Unik Hingga Curi Perhatian Senator Ning Lia

Para sellers yang terlibat mencakup berbagai subsektor industri pariwisata, seperti Desa Wisata Wukirsari, Desa Wisata Tinalah, Kampung Wisata Purbayan, Badan Pelaksana Otorita Borobudur, biro perjalanan, operator tur, penyedia transportasi, hingga industri pendukung lainnya.

Melalui mekanisme diskusi intensif dan rotasi meja, Kemenpar berharap forum bisnis ini mampu melahirkan kesepakatan transaksi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing produk wisata lokal di pasar nasional.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
open trip Wisnus pariwisata wisata kemenpar