Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tak Hanya jadi Simbol Perjuangan, Museum Pahlawan Buruh Marsinah di Nganjuk Tembus 4.500 Pengunjung

Hany Akasah • Senin, 13 Juli 2026 | 11:39 WIB
RAMAI PEMINAT: Presiden Prabowo meninjau Museum Marsinah Nganjuk yang kini sukses menembus 4.500 pengunjung.
RAMAI PEMINAT: Presiden Prabowo meninjau Museum Marsinah Nganjuk yang kini sukses menembus 4.500 pengunjung.

RADAR SURABAYA BISNIS - Antusiasme masyarakat terhadap sejarah perjuangan buruh di Indonesia terbukti sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan ke Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk yang telah menembus angka 4.500 orang.

Museum yang didedikasikan untuk Pahlawan Nasional Marsinah ini sebelumnya diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan rasa bangganya saat mengunjungi museum tersebut bersama jajaran pengurus KSPSI Jawa Timur, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Usung Semangat Growing the Future, Petrokimia Gresik Mantapkan Swasembada Pangan dan Transformasi Hijau

"Saya sangat bahagia melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Sejak diresmikan, Museum Ibu Marsinah telah dikunjungi sekitar 4.500 orang dari berbagai kota di Tanah Air. Ini membuktikan bahwa semangat perjuangan Ibu Marsinah terus hidup dan menginspirasi seluruh rakyat Indonesia," ujar Andi Gani.

Menurut Andi, tingginya angka kunjungan tersebut menjadi indikator bahwa perjuangan Marsinah telah melampaui batas kalangan pekerja dan kini menjadi milik seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Museum ini dibangun atas inisiasi Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, keluarga Pahlawan Nasional Marsinah, serta jajaran KSPSI Jawa Timur. 

Baca Juga: Rupiah Ambles Tembus Rp18.129 per Dolar AS, Cetak Rekor Terendah Baru

Kehadirannya tidak hanya dirancang sebagai monumen, melainkan sebagai pusat edukasi sejarah yang interaktif.

"Museum ini kami bangun agar generasi muda memahami nilai-nilai keberanian, keadilan, dan perjuangan yang diwariskan Ibu Marsinah. Kami akan terus merawat dan mengembangkannya sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan bangsa," tegasnya.

Ke depannya, pihak pengelola dan KSPSI berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas museum agar semakin menarik bagi pengunjung. 

Baca Juga: Siap Tarik Jutaan Wisatawan, Begini Rencana Megah Restorasi Candi Prambanan hingga 2029

Berbagai program telah disiapkan, mulai dari penyelenggaraan acara tahunan, peluncuran situs web resmi, pembukaan toko suvenir, hingga penambahan koleksi benda bersejarah.

Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Museum Marsinah sebagai salah satu destinasi wisata edukasi dan sejarah tingkat nasional di masa mendatang.

Baca Juga: Kemnaker Wajibkan Perusahaan Terdaftar WLKP untuk MagangHub 2026, Catat Tanggal Pentingnya

Editor : Hany Akasah
museum marsinah pengunjung nganjuk Edukatif wisata edukasi