Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ornamen Kelenteng Cu An Kiong Disulap Jadi Busana Modern untuk Gen Z.

Andy Satria • Kamis, 2 Juli 2026 | 17:55 WIB
Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Elaine Budiono, menghadirkan koleksi busana kontemporer yang terinspirasi dari Kelenteng Cu An Kiong di Lasem
Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Elaine Budiono, menghadirkan koleksi busana kontemporer yang terinspirasi dari Kelenteng Cu An Kiong di Lasem

radarsurabayabisnis.id - Warisan budaya Indonesia terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Salah satunya ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Elaine Budiono, yang menghadirkan koleksi busana kontemporer terinspirasi dari Kelenteng Cu An Kiong.

Kelenteng tersebut merupakan salah satu kelenteng tertua di Pulau Jawa. Keunikannya terletak pada perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa yang tercermin pada arsitektur, ukiran, ornamen, hingga tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Elaine mengaku memilih tema tersebut karena ingin memperkenalkan kembali keberadaan Kelenteng Cu An Kiong kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang belum banyak mengenal situs bersejarah tersebut.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Berjaya, Logo HUT ke-81 RI Karya Fajar Novario Resmi Diluncurkan, Ini Filosofi dan Cara Unduhnya

"Saya ingin memperkenalkan lagi Kelenteng Cu An Kiong kepada masyarakat. Keistimewaannya ada pada akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang terlihat dari arsitektur, ukiran, ornamen, hingga aktivitas budaya yang masih berlangsung di dalamnya," ujar Elaine, Kamis (3/7).

Warna Hitam Dipilih agar Lebih Dekat dengan Selera Gen Z

Keunikan koleksi ini juga terlihat dari pemilihan warna hitam sebagai warna utama. Menurut Elaine, warna tersebut dipilih agar tampilan busana terasa lebih modern dan sesuai dengan selera Generasi Z tanpa menghilangkan nilai budaya yang diangkat.

Baca Juga: Daycare Petrokimia Gresik Diapresiasi Menteri PPPA: Hadir untuk Anak Karyawan dan Masyarakat

Busana rancangannya memadukan potongan cheongsam dengan siluet kebaya janggan sehingga menghasilkan tampilan yang elegan sekaligus kontemporer.

Material utama yang digunakan adalah kain velvet yang dipadukan dengan satin untuk menghadirkan kesan mewah dan berkelas.

Detail Bordir Terinspirasi Dewi dan Ornamen Kelenteng

Salah satu daya tarik utama koleksi tersebut terletak pada detail bordir manual yang terinspirasi dari figur dewi yang terdapat di dalam Kelenteng Cu An Kiong.

Motif tersebut kemudian disederhanakan agar tetap relevan dengan tren fesyen masa kini sekaligus mudah diterima oleh generasi muda.

Elaine juga menambahkan aksesori berupa bros yang terinspirasi dari ornamen khas kelenteng tersebut.

"Detail bordirnya terinspirasi dari dewi yang ada di kelenteng, tetapi saya buat lebih sederhana. Ada juga bros yang terinspirasi dari ornamen kelenteng," katanya.

Melalui koleksi ini, Elaine ingin menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya dapat dinikmati sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi karya fesyen yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman.

Motif arsitektur dan ornamen kelenteng diwujudkan melalui teknik bordir manual sebagai bagian dari surface design yang menjadi daya tarik utama koleksi.

Ia berharap karya tersebut mampu membangkitkan ketertarikan Generasi Z terhadap budaya lokal sekaligus membuka perspektif baru bahwa kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui kreativitas di bidang fesyen.

"Harapannya, karya ini dapat membuat generasi muda semakin tertarik mengenal budaya lokal dan menyadari bahwa warisan budaya Indonesia bisa terus hidup melalui interpretasi seni yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman," pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#busana genz #kelenteng surabaya #kelenteng cu an kiong #fashion surabaya #Universitas Ciputra Surabaya